Internationalmedia.co.id – News Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Bandara Internasional Kuwait menjadi sasaran serangan drone Iran pada Rabu pagi waktu setempat. Insiden yang menargetkan salah satu terminal penumpang ini tidak hanya menyebabkan beberapa orang terluka, namun juga memaksa seluruh aktivitas penerbangan di bandara tersebut dihentikan sementara, menciptakan kekacauan dan ketidakpastian di salah satu pusat transportasi penting di kawasan Teluk.
Brigadir Jenderal Saud Abdulaziz Al-Atwan, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, dalam pernyataannya yang dikutip oleh AFP, mengecam keras serangan tersebut sebagai "agresi kriminal Iran". Ia menambahkan bahwa serangan itu "mengakibatkan kerusakan material yang signifikan terhadap bangunan dan memicu cedera" bagi sejumlah individu. Meskipun jumlah pasti korban luka tidak disebutkan, Al-Atwan memastikan bahwa mereka telah menerima perawatan medis yang diperlukan.

Menyusul insiden tersebut, otoritas penerbangan sipil Kuwait segera mengambil tindakan drastis dengan menangguhkan seluruh lalu lintas udara di Bandara Internasional Kuwait. Penerbangan yang seharusnya mendarat dialihkan ke sejumlah bandara alternatif di kawasan tersebut. Kantor berita Kuwait secara spesifik melaporkan bahwa "Terminal Satu diserang Iran yang menyebabkan sejumlah korban jiwa dan kerusakan," merujuk pada Terminal Satu yang menjadi fokus serangan.
Serangan ini bukan kali pertama Kuwait menjadi target. Negara Teluk yang kaya minyak ini telah berulang kali menjadi sasaran serangan balasan dari Iran, terutama sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan gempuran terhadap Teheran pada akhir Februari lalu. Iran secara konsisten melancarkan serangan rudal dan drone terhadap negara-negara Teluk tetangganya yang diketahui menampung aset militer AS. Teheran secara tegas menuduh Kuwait, yang memang menjadi lokasi sejumlah pangkalan militer Amerika, telah mengizinkan pasukan Washington untuk melancarkan operasi serangan dari wilayahnya, memicu eskalasi ketegangan regional.
Laporan mengenai serangan drone di Kuwait ini juga beriringan dengan pengumuman dari Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah. CENTCOM melaporkan bahwa Iran sebelumnya telah menembakkan beberapa rudal balistik dalam serangan terpisah yang menargetkan Kuwait dan Bahrain. Namun, klaim CENTCOM menyebutkan bahwa semua rudal yang diluncurkan Teheran tersebut gagal mencapai sasaran.
Secara lebih rinci, CENTCOM menyatakan bahwa "Dua rudal Iran yang ditembakkan ke Kuwait gagal mencapai sasaran atau hancur di udara, dan tiga rudal yang diluncurkan ke Bahrain segera dicegat oleh pasukan pertahanan udara AS dan Bahrain." Selain itu, pasukan CENTCOM juga berhasil menembak jatuh tiga drone tempur satu arah yang diluncurkan Iran ke arah para pelaut sipil yang tengah melintasi perairan regional di kawasan Teluk, menunjukkan cakupan ancaman yang lebih luas.
Tidak berhenti di situ, CENTCOM juga mengumumkan bahwa pasukan AS telah melancarkan "serangan pertahanan diri" terhadap stasiun kendali darat militer Iran di Pulau Qeshm, yang strategis terletak di Selat Hormuz, perairan Teluk Persia. Tindakan ini, menurut CENTCOM, diambil "sebagai tanggapan atas upaya serangan Iran di seluruh kawasan Timur Tengah," menandakan respons tegas Amerika terhadap provokasi yang terus-menerus.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah, saksikan Live Internationalmedia.co.id.
