Bekasi – Penelusuran intensif terhadap aliran dana kasus penggelapan saldo TikTok kreator konten ternama Vilmei mulai membuahkan hasil. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota berhasil menyita dana sebesar Rp 11,6 juta dari rekening Zahra Khairunnissa (ZK), salah satu tersangka dalam perkara ini. Penyitaan ini menjadi langkah konkret polisi dalam menelusuri jejak kerugian fantastis yang dialami Vilmei.
Kompol Verdika Bagus Prasetya, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, menjelaskan bahwa seluruh dana yang dapat ditarik dari rekening ZK telah diamankan untuk kepentingan penyidikan. Proses penyitaan dilakukan pada Jumat (4/9/2026) lalu, di mana ZK turut dihadirkan di bank untuk menyaksikan pencairan saldo yang kemudian langsung diamankan sebagai barang bukti.

Rekening ZK teridentifikasi setelah polisi melakukan penelusuran mendalam terhadap jejak transaksi keuangan yang mencurigakan. Diduga kuat, dana yang disita tersebut merupakan hasil dari penggelapan saldo akun TikTok Vilmei. "Dana itu diduga berasal dari pencairan hadiah digital atau gift yang dikirim dengan menggunakan saldo akun TikTok milik pelapor," jelas Verdika, mengutip hasil penyelidikan awal.
Penting untuk dicatat bahwa nominal Rp 11,6 juta yang berhasil disita ini hanyalah saldo yang tersisa dan masih tersimpan di rekening ZK pada saat penyitaan dilakukan. Jumlah tersebut sama sekali tidak merepresentasikan keseluruhan dana yang diduga telah diterima tersangka, apalagi total kerugian yang dialami Vilmei. Berdasarkan laporan dan hasil audit internal yang disampaikan pihak pelapor, kerugian sementara dalam kasus ini diperkirakan mencapai angka fantastis Rp 1.282.915.000.
Selain ZK, polisi juga telah menetapkan Moh Arka Saepul Rohman (MASR) dan Lusiani (L) sebagai tersangka dalam kasus ini. Ketiganya kini telah ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. "Penelusuran masih berlanjut terhadap transaksi dan aset lain yang diduga berkaitan dengan perkara ini. Setiap temuan akan kami tindak lanjuti berdasarkan alat bukti yang kuat," pungkas Verdika, menandakan bahwa penyelidikan belum berakhir dan potensi temuan baru masih terbuka lebar.
