Internationalmedia.co.id – Ratusan warga Israel tumpah ruah di Alun-alun Sandera Tel Aviv pada Senin (13/10), menyambut kabar pembebasan tujuh sandera oleh kelompok Hamas. Air mata, sorak sorai, dan nyanyian kebahagiaan mewarnai suasana, menandai momen penting setelah dua tahun penuh ketegangan.
Sejak pagi buta, warga telah berkumpul membawa foto-foto para sandera dan mengibarkan bendera Israel dengan pita kuning, simbol harapan pembebasan. Noga, seorang warga yang hadir, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk antara sukacita dan kesedihan bagi mereka yang masih tertawan.

Hamas dan kelompok militan sekutunya diketahui menahan 251 sandera sejak serangan 7 Oktober 2023 yang memicu konflik. Sebagian besar telah dibebaskan dalam gencatan senjata sebelumnya, namun 47 sandera masih berada di Gaza, dengan hanya 20 di antaranya yang diyakini masih hidup.
Alun-alun Tel Aviv, yang kini dikenal sebagai Alun-alun Sandera, telah menjadi pusat kampanye pembebasan selama dua tahun terakhir. Kabar pembebasan tujuh sandera pertama disambut dengan gegap gempita.
Forum Keluarga Sandera dan Hilang, organisasi yang mewakili keluarga sandera, menyerukan agar perjuangan terus dilanjutkan hingga seluruh sandera ditemukan dan dikembalikan. "Ini adalah kewajiban moral kita," tegas forum tersebut.
Pemulangan sandera ini merupakan langkah awal dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump. Sebagai imbalan, Israel akan membebaskan sekitar 2.000 tahanan Palestina.
Juru bicara PM Benjamin Netanyahu, Shosh Bedrosian, menyatakan bahwa pembebasan tahanan Palestina akan dilakukan setelah seluruh sandera yang dibebaskan tiba di Israel. "Tahanan Palestina akan dibebaskan setelah Israel mendapat konfirmasi bahwa semua sandera kami telah melintasi perbatasan menuju Israel," ujarnya.
