Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Skandal Telepon Guncang Thailand: PM Diskors!
Trending Indonesia

Skandal Telepon Guncang Thailand: PM Diskors!

GunawatiBy Gunawati01-07-2025 - 15.00Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Skandal Telepon Guncang Thailand: PM Diskors!
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pengumuman mengejutkan datang dari Mahkamah Konstitusi Thailand. Internationalmedia.co.id melaporkan, Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra diskors dari jabatannya pada Selasa (1/7). Keputusan ini diambil setelah Mahkamah menyelidiki tindakan Paetongtarn terkait sengketa diplomatik dengan Kamboja. Dalam pernyataan resmi, Mahkamah Konstitusi menyatakan penangguhan berlaku mulai 1 Juli hingga keputusan final dijatuhkan. Keputusan ini diambil dengan suara mayoritas 7 banding 2.

Tuduhan yang dilayangkan terhadap Paetongtarn bermula dari bocornya rekaman percakapan telepon antara dirinya dan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen. Dalam percakapan tersebut, Paetongtarn terdengar mendesak Hun Sen untuk menyelesaikan sengketa perbatasan secara damai dan mengabaikan pihak-pihak tertentu di Thailand, termasuk seorang jenderal militer yang disebutnya sebagai "lawannya". Sengketa perbatasan yang telah lama berlangsung antara kedua negara itu sempat memicu bentrokan pada Mei lalu, menewaskan seorang tentara Kamboja.

Skandal Telepon Guncang Thailand: PM Diskors!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Reaksi publik terhadap bocoran rekaman tersebut beragam. Meskipun Paetongtarn berdalih ucapannya merupakan bagian dari strategi negosiasi, politisi dan publik Thailand ramai mengkritiknya. Legislator konservatif menuduhnya tunduk pada Kamboja dan melemahkan militer Thailand. Mereka juga menuding Paetongtarn melanggar ketentuan konstitusional mengenai integritas dan standar etika para menteri.

Dampak dari skandal ini cukup signifikan. Partai Bhumjaithai, mitra koalisi terbesar kedua, telah meninggalkan pemerintahan Paetongtarn. Protes pun terjadi, dengan sekitar 4.000 demonstran, sebagian besar dari kelompok "Yellow Shirt", turun ke jalan menuntut pengunduran dirinya. Kelompok ini dikenal karena perannya dalam menggulingkan ayah Paetongtarn, Thaksin Shinawatra, beberapa dekade lalu. Nasib politik Paetongtarn kini berada di ujung tanduk, menunggu keputusan final Mahkamah Konstitusi.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Trump Janji Selat Hormuz Segera Terbuka

16-04-2026 - 12.45

Luka Parah Putra Khamenei Terungkap Iran Bergejolak

16-04-2026 - 12.30

Nasib Uranium Iran di Ujung Tanduk

16-04-2026 - 12.15

Ancaman Iran Guncang Selat Hormuz

16-04-2026 - 12.00

Gejolak Timur Tengah Memanas Dunia Menanti

16-04-2026 - 10.45

Trump Buka Hormuz Permanen China Bahagia Ini Janjinya

16-04-2026 - 10.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.