Pengakuan mengejutkan datang dari Wakil Perdana Menteri Inggris, Angela Rayner. Internationalmedia.co.id melaporkan, Rayner resmi mengundurkan diri setelah terbukti melakukan kesalahan administrasi terkait pembayaran pajak properti. Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer, yang tengah menghadapi gejolak politik.
Hasil investigasi independen yang dirilis Jumat lalu (6/9) mengungkap Rayner melanggar aturan menteri karena mengabaikan peringatan hukum terkait pajak properti atas pembelian sebuah flat. Rayner sendiri mengakui kesalahan tersebut, menyalahkannya pada saran yang dianggapnya tidak akurat. Dalam surat pengunduran dirinya, ia menyatakan penyesalan dan dampak situasi ini pada keluarganya sebagai alasan utama pengunduran dirinya.

Kehilangan sosok populer di kalangan akar rumput Partai Buruh ini tentu menjadi kerugian besar bagi Starmer. Rayner, yang besar di lingkungan kurang mampu di Stockport, Manchester, seringkali dianggap sebagai calon penerus Starmer. Kisah hidupnya yang inspiratif, dari lingkungan kumuh hingga mencapai posisi Wakil PM, kini tercoreng skandal pajak.
Guncangan politik ini memaksa Starmer melakukan reshuffle kabinet besar-besaran. David Lammy diangkat sebagai Wakil PM baru, menggantikan Rayner. Yvette Cooper, sebelumnya Menteri Dalam Negeri, menduduki posisi Menteri Luar Negeri, sementara Shabana Mahmood, mantan Menteri Kehakiman, kini menjadi Menteri Dalam Negeri.
Kepergian Rayner, menteri kedelapan dan paling senior yang meninggalkan kabinet Starmer, merupakan pukulan telak bagi pemerintahannya. Terlebih, Rayner merupakan sosok yang sempat mendapat dukungan penuh Starmer ketika pertama kali dituduh menghindari pajak sebesar 40.000 poundsterling (sekitar Rp 750 juta). Dalam surat pengunduran dirinya, Rayner menyampaikan permintaan maaf kepada Starmer atas kesalahan yang dilakukannya. Ia mengakui penyesalannya atas keputusan untuk tidak mencari nasihat pajak spesialis tambahan.
