Internationalmedia.co.id – Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, secara terbuka memberikan pujian terhadap inisiatif perdamaian yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk wilayah Gaza. Dukungan ini muncul di tengah upaya mediasi intensif yang melibatkan Hamas, Israel, dan Amerika Serikat di Mesir, dengan fokus utama pada pertukaran sandera dan penghentian permusuhan.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada Presiden AS Donald Trump atas inisiatifnya yang mengupayakan gencatan senjata di Gaza setelah dua tahun perang, genosida, pembunuhan, dan penghancuran," ungkap Sisi dalam pidatonya yang memperingati perang tahun 1973 antara Israel dan Mesir.

Sisi menekankan bahwa gencatan senjata, pemulangan tahanan dan sandera, rekonstruksi Gaza, dan peluncuran proses politik damai menuju pembentukan negara Palestina, adalah langkah krusial menuju perdamaian dan stabilitas abadi.
Perang Yom Kippur 1973 menjadi titik balik yang membuka jalan bagi Perjanjian Camp David 1979, menjadikan Mesir negara Arab pertama yang menjalin hubungan formal dengan Israel. Sisi memandang perjanjian tersebut sebagai fondasi penting bagi kesepakatan damai di masa depan di kawasan tersebut.
Mesir, bersama dengan Qatar dan Amerika Serikat, memainkan peran sentral sebagai mediator antara Hamas dan Israel. Sisi juga menegaskan komitmen Mesir untuk melindungi keamanan nasionalnya, terutama terkait potensi pemindahan paksa warga Palestina ke wilayahnya.
"Tentara Mesir berkomitmen pada misinya untuk melindungi negara dan menjaga perbatasannya," tegas Sisi.
Sejak Kesepakatan Camp David, Mesir telah menjadi salah satu penerima bantuan militer AS terbesar, menandai kerja sama keamanan yang erat selama beberapa dekade antara Mesir dan Israel.
