Internationalmedia.co.id melansir pernyataan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, yang secara mengejutkan mengakui kebosanan negaranya. Dalam konferensi IPS-SBF pada 29 Juli lalu, yang ditayangkan di kanal YouTube resmi kantor PM Singapura, Wong menanggapi pertanyaan mengenai posisi Singapura sebagai pusat penghubung global. Ia memulai jawabannya dengan visi Singapura sebagai kota global yang terasa seperti rumah.
Wong menjelaskan pemerintah berupaya menciptakan daya tarik bagi individu dan bisnis untuk menetap dan berkembang di Singapura. Ia menekankan pentingnya keunikan Singapura, menolak untuk meniru kota-kota besar seperti New York atau Paris. "Kami tak perlu menjadi seperti New York atau Paris," tegas Wong. Ia mengakui adanya anggapan Singapura membosankan, "Sebagian mengatakan kita membosankan, dan memang iya," akunya sambil tertawa.

Namun, di balik pengakuan tersebut, Wong justru menyoroti keunggulan Singapura yang justru menjadi daya tarik tersendiri. "Kita mungkin tak bisa menawarkan hal yang sama seperti New York atau Paris, tapi kita stabil, dapat diprediksi, andal, dan terpercaya," ujarnya. Keunggulan inilah, menurutnya, yang menjadi aset berharga dan diidamkan banyak negara lain. Singapura, lanjut Wong, akan memanfaatkan keunggulan ini untuk pembangunan berkelanjutan, dengan selalu memprioritaskan kesejahteraan warga negaranya. "Kita atur agar rakyat Singapura selalu menjadi pusat dari segala upaya kita," tutupnya. Pernyataan ini pun menimbulkan pertanyaan, apa sebenarnya rahasia di balik kesuksesan Singapura?

