Internationalmedia.co.id melaporkan, Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, melontarkan kecaman keras terhadap standar ganda dunia internasional dalam menyikapi konflik Israel-Palestina. Dalam pertemuan persiapan KTT darurat pemimpin Arab dan Islam di Doha, Senin (15/9), Al Thani mendesak agar Israel dihukum atas kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina. Pernyataan tegas ini dilontarkan menyusul serangan udara Israel ke Qatar.
"Sudah saatnya dunia internasional berhenti menggunakan standar ganda dan menjatuhkan hukuman kepada Israel atas semua kejahatan yang telah diperbuat," tegas Al Thani seperti dikutip internationalmedia.co.id dari AFP. Ia menambahkan, "Israel harus menyadari bahwa agresi brutal yang ditujukan untuk mengusir saudara-saudara kita Palestina dari tanah air mereka, tidak akan pernah berhasil."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengungkapkan KTT darurat tersebut akan membahas rancangan resolusi terkait serangan Israel. Pertemuan tersebut akan dihadiri sejumlah pemimpin negara, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani.
Presiden Palestina Mahmud Abbas telah tiba di Doha sejak Minggu (14/9). Kehadiran Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga dikonfirmasi oleh media Turki. Sementara itu, kehadiran Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, masih belum dipastikan, meskipun baru-baru ini ia melakukan kunjungan ke Qatar sebagai bentuk solidaritas. Kunjungan tersebut menunjukkan adanya upaya untuk menyatukan kekuatan menghadapi situasi yang semakin memanas.
