Berita mengejutkan datang dari Jalur Gaza. Internationalmedia.co.id melaporkan, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya lima jurnalis Al Jazeera di dekat Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza City. Al Jazeera menyebutnya sebagai pembunuhan terencana, sementara Israel mengklaim salah satu jurnalis tersebut adalah pemimpin sel Hamas yang menyamar. Insiden ini menjadi salah satu dari lima berita internasional terpopuler hari ini.
Selain tragedi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana kontroversial untuk memindahkan para tunawisma dari Washington DC. Langkah ini diambil menyusul klaim Trump yang keliru mengenai peningkatan angka kejahatan di ibu kota. Konferensi pers Trump hari ini diprediksi akan mengungkap detail rencana tersebut.

Reaksi internasional terhadap eskalasi konflik di Gaza pun berdatangan. Jerman, misalnya, memutuskan untuk menghentikan sementara ekspor senjata ke Israel. Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menegaskan bahwa pendekatan militer semata tidak akan menyelesaikan konflik dan menekankan pentingnya solusi diplomatik.
Di sisi lain, Australia mengumumkan akan mengakui negara Palestina di Sidang Umum PBB bulan September mendatang. Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut solusi dua negara sebagai harapan terbaik untuk mengakhiri siklus kekerasan di Timur Tengah.
PBB turut menyuarakan keprihatinan. Seorang pejabat PBB memperingatkan bahwa rencana Israel untuk menguasai Kota Gaza berpotensi memicu bencana kemanusiaan yang lebih besar, meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membantah niat pendudukan. Dewan Keamanan PBB telah mengadakan sidang darurat terkait hal ini.

