Serangan militer Israel ke Gaza telah memicu kecaman internasional. Internationalmedia.co.id melaporkan, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut langkah tersebut sebagai resep bencana dan akan menyeret wilayah tersebut ke dalam perang abadi. Pernyataan Macron disampaikan menyusul pengumuman Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, tentang dimulainya operasi militer untuk merebut Kota Gaza dan mengerahkan 60.000 tentara cadangan.
Militer Israel mengklaim telah menguasai pinggiran Kota Gaza, menyebut pejuang Hamas babak belur. Namun, operasi ini telah memaksa ribuan warga sipil mengungsi. Jerman turut mengecam, menyatakan kesulitan memahami bagaimana operasi ini akan membebaskan sandera atau menghasilkan gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, bahkan lebih keras. Dalam kunjungan ke Moskow, ia menyatakan operasi Israel telah membunuh semua prospek perdamaian di Timur Tengah, menyebabkan pembantaian dan kelaparan di Gaza. Ia berharap dapat membahas upaya mengakhiri agresi dan menekankan tindakan ilegal Israel merusak solusi dua negara.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga menyerukan gencatan senjata segera untuk menghindari kematian dan kehancuran lebih lanjut. Kecaman internasional yang meluas ini menimbulkan pertanyaan: apakah operasi militer Israel ini akan menyelesaikan konflik, atau justru memperburuk situasi dan memicu bencana kemanusiaan yang lebih besar?

