Internationalmedia.co.id melaporkan serangan rudal dan drone besar-besaran yang dilancarkan Rusia ke Kyiv, Ukraina, telah menewaskan 10 orang dan melukai 38 lainnya. Serangan yang terjadi pada Rabu malam waktu setempat itu menghancurkan bangunan-bangunan di tujuh distrik kota, termasuk bangunan tempat tinggal. Seorang anak termasuk di antara korban jiwa.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam serangan tersebut melalui media sosial X, menyebutnya sebagai jawaban Rusia atas upaya diplomasi. Zelenskyy mendesak dunia untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia, mengatakan bahwa Rusia memilih kekerasan daripada perundingan damai. "Rusia memilih untuk terus membunuh, bukan mengakhiri perang," tegasnya.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di tengah puing-puing bangunan yang hancur. Ledakan-ledakan hebat menerangi langit malam Kyiv selama peringatan udara yang berlangsung lebih dari sembilan jam. Asap membumbung tinggi menutupi langit kota.
Angkatan Udara Ukraina mengklaim telah berhasil menembak jatuh 563 dari 598 drone dan 26 dari 31 rudal yang diluncurkan Rusia. Serangan terjadi di 13 lokasi, dan puing-puing jatuh di 26 lokasi lainnya. Tymur Tkachenko, kepala administrasi militer Kyiv, menggambarkan serangan tersebut sebagai "khas Rusia," yang menargetkan secara sistematis bangunan-bangunan tempat tinggal.
Meskipun Rusia membantah menargetkan warga sipil, serangan udara skala besar ini merupakan peningkatan eskalasi konflik, dengan kota-kota Ukraina yang jauh dari garis depan menjadi sasaran. Kerusakan yang diakibatkan meliputi beberapa blok apartemen bertingkat tinggi. internationalmedia.co.id terus memantau perkembangan situasi di Kyiv.

