Kantor misi Uni Eropa di Kyiv mengalami kerusakan parah akibat serangan Rusia terbaru, seperti yang dilaporkan Internationalmedia.co.id mengutip berbagai sumber berita internasional. Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, mengungkapkan rasa ngerinya atas serangan mematikan tersebut dan menyampaikan doa untuk para korban serta staf delegasi Uni Eropa yang kantornya hancur. Foto-foto yang diunggah Costa menunjukkan kerusakan signifikan, termasuk kaca jendela pecah, langit-langit yang runtuh, dan puing-puing berserakan di lantai.
Meskipun kantor misi rusak parah akibat gelombang ledakan, Duta Besar Uni Eropa untuk Ukraina, Katarina Mathernova, memastikan tidak ada staf yang terluka. Serangan besar-besaran Rusia yang melibatkan rudal dan drone pada Rabu malam menewaskan sedikitnya 10 warga sipil, termasuk seorang anak, menurut pejabat Ukraina.

Kejadian ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak. Diplomat tinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, menyebut serangan tersebut sebagai peningkatan eskalasi yang mengejek upaya perdamaian. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengutuk keras serangan tersebut dan menyerukan sanksi baru terhadap Rusia, menganggap tindakan Rusia sebagai jawaban atas upaya diplomasi internasional. Zelenskyy menekankan pilihan Rusia untuk kekerasan, bukan perundingan damai.
Angkatan Udara Ukraina mengklaim telah berhasil mencegat sebagian besar serangan, menembak jatuh 563 dari 598 drone dan 26 dari 31 rudal yang diluncurkan. Meskipun demikian, serangan tersebut tetap menimbulkan kerusakan signifikan dan menimbulkan korban jiwa. Insiden ini sekali lagi menyoroti intensitas konflik di Ukraina dan dampaknya terhadap upaya diplomasi internasional.

