Internationalmedia.co.id melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza. Ancaman ini muncul setelah Hamas menolak tuntutan Israel untuk melucuti senjata. Netanyahu menegaskan, Israel tak punya pilihan lain selain menghancurkan benteng-benteng pertahanan Hamas yang tersisa di Kota Gaza dan sejumlah kamp pengungsi di Gaza tengah, termasuk wilayah al-Mawasi.
Dalam pernyataan yang dikutip Aljazeera dan AFP Minggu (10/8/2025), Netanyahu menyebut operasi militer selanjutnya sebagai cara tercepat mengakhiri konflik. Ia merinci lima prinsip yang harus dipenuhi Hamas untuk menghentikan perang: pelucutan senjata, pembebasan semua tawanan Israel, demiliterisasi Gaza, pengembangan zona keamanan di perbatasan Israel-Gaza di bawah kendali keamanan Israel, dan pembentukan pemerintahan sipil non-Hamas yang damai.

Netanyahu mengungkapkan serangan balasan akan segera dilakukan, meskipun enggan merinci jadwal pasti. "Saya tidak ingin berbicara tentang jadwal yang pasti, tetapi kami berbicara dalam hal jadwal yang cukup singkat karena kami ingin mengakhiri perang," tegasnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa serangan skala besar oleh militer Israel ke Gaza tinggal menunggu waktu. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran akan semakin meluasnya konflik dan jatuhnya korban jiwa sipil.

