Moskow kembali menegaskan posisinya di panggung global, kali ini dengan janji dukungan penuh untuk Venezuela dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat. Melalui sambungan telepon antara Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dan Yvan Gil, Caracas mendapat jaminan solidaritas di tengah eskalasi ketegangan di Laut Karibia. Demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News.
Pernyataan dukungan ini muncul setelah kedua menlu menyuarakan keprihatinan mendalam atas peningkatan manuver Washington di Laut Karibia. Tindakan AS, termasuk blokade kapal tanker minyak yang disanksi dan penyitaan kapal-kapal yang dituduh terlibat perdagangan narkoba, dikecam keras. Mereka khawatir langkah ini dapat memicu konsekuensi serius bagi stabilitas regional dan mengancam jalur pelayaran internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia secara eksplisit menyatakan "dukungan penuh dan solidaritasnya kepada kepemimpinan serta rakyat Venezuela dalam konteks saat ini". Kedua belah pihak juga bersepakat untuk mempererat kerja sama bilateral dan mengoordinasikan langkah-langkah mereka di kancah internasional, terutama di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), demi menjamin penghormatan terhadap kedaulatan negara dan prinsip non-intervensi dalam urusan internal.
Tensi yang memanas ini mendorong Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar pertemuan guna membahas krisis Venezuela-AS, menyusul permintaan Caracas yang didukung kuat oleh Tiongkok dan Rusia. Melalui platform Telegram, Menlu Gil menuding AS melakukan "agresi dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional di Karibia", termasuk "serangan terhadap kapal, eksekusi di luar hukum, dan tindakan pembajakan ilegal".
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada 16 Desember lalu mengumumkan blokade terhadap kapal-kapal minyak yang berlayar menuju atau dari Venezuela yang dikenai sanksi. Trump mengklaim rezim Maduro menggunakan dana hasil minyak untuk membiayai terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan. Namun, tuduhan ini disampaikan tanpa bukti konkret. Sejak September, serangan pasukan AS terhadap kapal-kapal yang dituduh menyelundupkan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik timur telah menewaskan lebih dari 100 orang, termasuk nelayan, menurut laporan keluarga dan pemerintah mereka.
Dalam percakapan tersebut, Gil menegaskan kembali bahwa Lavrov telah menggarisbawahi dukungan penuh Moskow dalam menghadapi permusuhan yang terus-menerus terhadap negaranya, menandakan babak baru dalam dinamika geopolitik di kawasan tersebut.
