Bogor – Internationalmedia.co.id – News melaporkan, seorang pedagang roti keliling berinisial S (60) harus menelan pil pahit setelah menjadi korban peredaran uang palsu di wilayah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Insiden ini terungkap setelah S menerima selembar uang pecahan Rp 100 ribu yang belakangan diketahui palsu, menimbulkan kerugian signifikan bagi mata pencahariannya.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, pada Senin (17/8/2026), mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, kerugian yang dialami korban bukan hanya sekadar kehilangan nilai uang, namun juga berdampak pada kemampuannya untuk menyetor hasil penjualan dagangan. "Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian karena uang hasil penjualan yang diterimanya tidak dapat digunakan untuk membayar setoran dagangan," jelas Kompol Edison.

Menanggapi laporan ini, pihak kepolisian dari Polsek Cileungsi segera bergerak cepat. Kompol Edison menyatakan bahwa pihaknya kini tengah mengusut tuntas kasus penipuan uang palsu yang menimpa S, sekaligus mendalami dugaan peredaran uang palsu lainnya di area hukum Cileungsi. Penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap jaringan atau pelaku di balik peredaran mata uang ilegal tersebut.
Informasi awal mengenai dugaan peredaran uang palsu ini diterima oleh kepolisian. Pada Minggu (16/8) malam, Kompol Edison bersama timnya langsung mendatangi lokasi tempat S biasa berjualan. Langkah ini diambil untuk memverifikasi langsung kejadian dan mengumpulkan bukti awal. "Petugas juga melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengumpulkan informasi dan bahan penyelidikan," tambah Kompol Edison, menekankan pentingnya bukti visual dalam proses investigasi.
Selain fokus pada pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi, kepolisian juga menunjukkan empati terhadap korban. Dalam sebuah tindakan kemanusiaan, petugas membeli sebagian roti dagangan S dan membagikannya kepada masyarakat sekitar. Bantuan juga diberikan kepada S sebagai modal awal agar ia dapat kembali berjualan. Sementara itu, uang yang diduga palsu telah diamankan sebagai sampel krusial untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan peredaran uang palsu.
Dalam kesempatan ini, Kompol Edison turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pedagang keliling, untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian saat menerima pembayaran tunai. "Setiap uang yang diterima perlu diperiksa kembali untuk memastikan keasliannya sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi," tegasnya. Imbauan ini menjadi krusial mengingat modus penipuan uang palsu sering menyasar pedagang kecil yang rentan.
