Internationalmedia.co.id – News melaporkan, operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) telah kembali normal pada Selasa dini hari, 8 September 2026. Pembukaan kembali ini menyusul penutupan sementara yang disebabkan oleh dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pengumuman resmi disampaikan oleh InJourney melalui kanal media sosial Bandara Soetta.
Dalam pernyataan resminya, pihak InJourney menegaskan bahwa Bandara Soetta kini siap melayani kembali seluruh aktivitas penerbangan. Mereka juga mengeluarkan imbauan penting bagi para calon penumpang. "Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan dan untuk informasi kebandaraudaraan silakan menghubungi Contact Center InJourney Airports 172," demikian bunyi imbauan yang dikutip internationalmedia.co.id.

Tidak hanya Soetta, dua bandara utama lainnya di Indonesia juga telah kembali membuka operasionalnya. Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung kini juga sudah melayani penerbangan. Informasi ini dikonfirmasi oleh Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama melalui unggahan di akun Instagram resminya, menyatakan bahwa ketiga bandara yang terdampak kini telah beroperasi kembali.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sempat mengumumkan perpanjangan penutupan operasional Bandara Soetta hingga Senin, 7 September 2026, pukul 23.59 WIB. Keputusan ini diambil meskipun hasil paper test abu vulkanik menunjukkan indikasi negatif, menandakan kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keselamatan penerbangan.
Menhub Dudy menjelaskan pertimbangan di balik kebijakan tersebut saat berbicara kepada wartawan di Terminal 1 Bandara Soetta pada Senin (7/9). "Berdasarkan evaluasi yang kami lihat, kami memutuskan untuk memperpanjang penutupan sementara bandara… Ini relatif lebih pendek dari penutupan yang sebelumnya," ungkap Dudy. Ia menambahkan, berdasarkan data BMKG, arah angin saat itu bergerak ke barat daya dengan kecepatan 10 knot. Pembukaan bandara-bandara di sekitar Gunung Anak Krakatau akan dipertimbangkan jika arah pergerakan abu vulkanik telah bergeser menjauh. "Mohon doanya semoga arah angin dan juga kecepatan bisa memperbaiki situasi," pungkasnya, menunjukkan harapan agar kondisi segera membaik.
