Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Rahasia Perdamaian Rusia-Ukraina: Pengakuan Wilayah Caplok?
Trending Indonesia

Rahasia Perdamaian Rusia-Ukraina: Pengakuan Wilayah Caplok?

GunawatiBy Gunawati04-09-2025 - 04.30Tidak ada komentar2 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Rahasia Perdamaian Rusia-Ukraina: Pengakuan Wilayah Caplok?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan, pernyataan mengejutkan datang dari Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. Ia menegaskan Rusia tetap ngotot meminta pengakuan internasional atas wilayah Ukraina yang telah dicaplok dan diduduki pasukannya. Pernyataan ini disampaikan di tengah jalan buntu perundingan damai antara kedua negara.

Lavrov menyebut pengakuan atas aneksasi wilayah Ukraina sebagai syarat penting tercapainya perjanjian damai. Lima wilayah Ukraina, yakni Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporizhzhia, serta Semenanjung Crimea yang direbut pada 2014, menjadi rebutan. "Demi perdamaian abadi, realitas teritorial baru… harus diakui dan diresmikan sesuai dengan hukum internasional," tegas Lavrov.

Rahasia Perdamaian Rusia-Ukraina: Pengakuan Wilayah Caplok?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sikap Rusia ini langsung mendapat kecaman keras dari Ukraina. Menlu Ukraina, Andriy Sybiga, menyebut tuntutan Rusia sebagai "ultimatum lama" yang menunjukkan Moskow tak serius bernegosiasi. Ia bahkan mendesak dunia untuk menjatuhkan sanksi lebih berat kepada Rusia.

Sementara itu, Turki yang berperan sebagai mediator, mengungkapkan tawaran Putin untuk membekukan garis depan pertempuran di Kherson dan Zaporizhzhia dengan syarat Ukraina menyerahkan Donetsk sepenuhnya. Analisis dari Institut Studi Perang (ISW) menunjukkan Rusia menguasai hampir seluruh Lugansk dan sekitar 80% Donetsk, serta sebagian besar Kherson dan Zaporizhzhia. Namun, Ukraina masih mengendalikan ibu kota kedua wilayah terakhir tersebut. Perbedaan pandangan soal wilayah yang diduduki menjadi batu sandungan utama dalam upaya perdamaian. Ukraina menginginkan gencatan senjata terlebih dahulu, sementara Rusia menolaknya. Persoalan ini semakin memperumit jalan menuju perdamaian yang tampaknya masih jauh dari jangkauan.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Rudal Iran Nyaris Masuk Turki Ankara Beri Pesan Tegas

05-03-2026 - 12.30

Dalang Pembunuhan Trump Tewas

05-03-2026 - 12.15

Fakta Mengejutkan Serangan Iran

05-03-2026 - 12.00

Misteri Ledakan Kapal Minyak Kuwait

05-03-2026 - 10.45

Iran Gempur Markas Rahasia di Irak Washington Dituding

05-03-2026 - 10.30

Korban Serangan di Iran Melonjak Drastis

05-03-2026 - 10.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.