Kehadiran Ju Ae, putri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, dalam kunjungan ayahnya ke China pekan ini menjadi perbincangan hangat. Internationalmedia.co.id melaporkan, ini merupakan kali pertama Ju Ae terlihat mendampingi Kim Jong Un dalam kunjungan luar negeri. Saat Kim Jong Un disambut pejabat China di Beijing, seorang gadis kecil berjalan di belakangnya, mengenakan gaun hitam dan pita rambut, tersenyum ramah.
Menurut CNN, Ju Ae telah beberapa kali muncul di acara publik Korut, terutama yang berkaitan dengan militer. Kehadirannya di Beijing memicu spekulasi: apakah Kim Jong Un mempersiapkannya sebagai penerus? Kunjungan ini sangat penting, mengingat kedekatan Korut dengan China dan Rusia. Kemampuan berinteraksi dengan pemimpin negara-negara tersebut mungkin akan sangat dibutuhkan Ju Ae kelak.

Menariknya, Ju Ae tak terlihat mendampingi Kim Jong Un saat parade militer China. Informasi tentang Ju Ae sendiri masih terbatas. Dennis Rodman, bintang basket Amerika, pernah mengungkapkan keberadaan Ju Ae pada 2013 saat berkunjung ke Pyongyang, menyebutnya sebagai bayi Kim Jong Un. Usia Ju Ae diperkirakan pra-remaja atau awal remaja.
Debut publik Ju Ae terjadi pada 2022, saat ia terlihat mendampingi ayahnya dalam peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM). Penampilannya di berbagai acara militer tahun-tahun berikutnya semakin menguatkan spekulasi tersebut. Pada 2024, media pemerintah Korut bahkan menampilkan Ju Ae di depan, dengan Kim Jong Un di belakangnya—suatu hal yang tidak biasa dalam sistem pemerintahan Korut yang biasanya menempatkan pemimpin sebagai pusat perhatian. Ia juga terlihat diantar bibinya, Kim Yo Jong, dalam sebuah seremoni kenegaraan.
Kehadiran Ju Ae dalam berbagai kesempatan penting, termasuk kunjungan ke Kedutaan Besar Rusia di Pyongyang bulan Mei lalu, semakin memperkuat spekulasi tersebut. Media pemerintah Korut menggambarkannya sebagai sosok yang "dicintai" dan "dihormati," menimbulkan pertanyaan apakah ia memang sedang dipersiapkan sebagai penerus. Beberapa ahli berpendapat, melibatkan Ju Ae dalam acara militer sejak dini merupakan upaya mempersiapkannya memimpin 1,3 juta tentara Korut dan membangun kepercayaan di kalangan militer.
Namun, skeptisisme tetap ada. Beberapa ahli berpendapat anak-anak Kim Jong Un lainnya mungkin akan dipilih sebagai penerus, mengingat sistem partai dan budaya patriarki yang kuat di Korut. Misteri penerus Kim Jong Un pun masih menjadi teka-teki yang menarik untuk dipecahkan.
