Internationalmedia.co.id – News – Sebuah penggeledahan dramatis mengguncang kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7) lalu. Aparat kepolisian menyasar kafe de’Clan Signature dalam sebuah operasi besar yang terkait erat dengan tiga mega-kasus korupsi yang menjadi sorotan publik: dugaan penyelewengan di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Hasilnya? Penemuan uang tunai fantastis senilai puluhan miliar rupiah yang tersimpan rapi di balik dinding kafe mewah tersebut.
Irjen Totok Suharyanto, Kakortas Tipikor Polri, mengungkapkan bahwa tiga pegawai yang berada di lokasi kafe de’Clan Signature turut diperiksa sebagai saksi. Penemuan paling mencengangkan terjadi di lantai dua kafe, di mana sebuah brankas besar menyimpan tumpukan uang tunai. Totalnya mencapai Rp 60 miliar, yang dikonversi dari berbagai mata uang asing, termasuk 3.130.000 Dolar Singapura (SGD), 889.965 Dolar Amerika Serikat (USD), serta Rp 259.159.000 dalam bentuk rupiah. "Ini di lokasi de’Clan," tegas Irjen Totok. Tak hanya itu, di lokasi yang disebut "The Club" – yang diduga masih terkait – petugas juga menyita sejumlah dokumen penting dan perangkat elektronik seperti telepon genggam.

Selain penemuan di kafe, tim penyidik juga bergerak ke sebuah money changer di kawasan Cipete. Di sana, 71 item barang bukti berhasil diamankan, termasuk 16 jenis mata uang asing dengan total nilai sekitar Rp 7,2 miliar.
Irjen Totok menjelaskan bahwa pengusutan kasus-kasus ini merupakan hasil joint investigation atau penyelidikan bersama antara Kortas Polri dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Lingkup perkara yang ditangani sangat luas, mencakup dugaan korupsi dalam pengadaan batu bara PLN yang sempat memicu insiden blackout di Sumatera, kasus ASABRI yang terjadi antara tahun 2020 hingga 2025, serta dugaan korupsi terkait proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak perusahaan BUMN Krakatau Steel, untuk periode yang sama.
Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menegaskan bahwa pengusutan dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel ini merupakan atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. "Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan," ujar Kombes Budi setelah penggeledahan di Cafe de’Clan. Ia menambahkan, rangkaian penggeledahan serentak ini adalah bagian integral dari proses penyidikan untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti guna memenuhi unsur-unsur tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, dan pencucian uang yang sedang diusut.
