Hasil autopsi mengejutkan terkait kematian Zara Qairina Mahathir, siswi berusia 13 tahun di Malaysia, akhirnya terungkap. Internationalmedia.co.id melaporkan, temuan terbaru menunjukkan penyebab kematian Zara adalah cedera otak traumatis. Meskipun cedera ini konsisten dengan cedera akibat jatuh, proses investigasi sebelumnya justru menimbulkan pertanyaan besar.
Direktur Departemen Investigasi Kriminal (CID) Kepolisian Diraja Malaysia, Komisioner Polisi M. Kumar, mengungkapkan adanya kejanggalan. Meskipun diagnosis awal dokter menyebutkan cedera otak traumatis berat dengan ensefalopati hipoksia-iskemik (kondisi di mana otak kekurangan oksigen atau aliran darah), autopsi awal justru tidak dilakukan. Keputusan ini bertentangan dengan prosedur standar operasional (SOP) kepolisian.

Komisioner Kumar menjelaskan bahwa persetujuan untuk tidak melakukan autopsi didapatkan dari ibu korban, yang menandatangani dokumen bersama ahli patologi dan petugas investigasi. Namun, Kumar menegaskan bahwa petugas investigasi seharusnya tetap bersikeras melakukan autopsi mengingat kematian Zara terjadi dalam kondisi mencurigakan. "Tidak adanya post-mortem jelas melanggar SOP kami," tegasnya. Pihak kepolisian pun akan melakukan investigasi internal terhadap petugas dan supervisor yang terlibat.
Lebih lanjut, Kumar menyatakan bahwa berdasarkan hukum, petugas penyidik berwenang untuk mengabaikan keinginan keluarga korban jika kematian terjadi dalam keadaan yang mencurigakan. Temuan autopsi telah disampaikan secara lengkap kepada keluarga Zara dan pengacaranya.
Kasus ini semakin rumit dengan laporan dari ibu Zara yang menemukan memar di tubuh putrinya saat memandikan jenazah. Komisioner Kumar menambahkan bahwa penyelidikan yang diumumkan Dewan Jaksa Agung (AGC) akan berjalan bersamaan dengan penyelidikan polisi. Penyelidikan kriminal saat ini tengah menelusuri kemungkinan adanya unsur kriminal, termasuk dugaan perundungan (bullying) yang dilaporkan telah terjadi sebelum insiden.
"Ada pernyataan yang mengklaim bahwa perundungan telah terjadi sebelum insiden," kata Kumar. Ia memastikan bahwa investigasi akan segera dirujuk ke Kejaksaan Agung dan berjanji akan ada keadilan bagi Zara. Polisi akan segera bertemu dengan Kejaksaan Agung untuk membahas penyelidikan tersebut, kemungkinan pada minggu depan.

