Pemimpin Gereja Unifikasi, Han Hak Ja, ditangkap pihak berwajib Korea Selatan. Internationalmedia.co.id melaporkan penangkapan ini terkait skandal suap yang melibatkan mantan Ibu Negara, Kim Keon Hee. Wanita 82 tahun itu kini mendekam di penjara Seoul.
Penangkapan dilakukan setelah pengadilan mengabulkan permintaan jaksa. Sebelumnya, Han menjalani pemeriksaan maraton selama sembilan jam terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus suap Kim Keon Hee dan seorang anggota parlemen terkemuka. Ia juga diduga menghalangi penyidikan dengan menghilangkan barang bukti.

"Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengeluarkan surat perintah penangkapan karena khawatir yang bersangkutan akan merusak barang bukti," ungkap pernyataan resmi jaksa penuntut Korsel. Han ditangkap pada Selasa (23/9) dan ditahan di Pusat Penahanan Seoul.
Gereja Unifikasi, yang didirikan mendiang suami Han, Moon Sun Myung, pada 1954, memang kerap menuai kontroversi. Ajarannya yang unik, termasuk klaim Moon sebagai Kedatangan Kedua Yesus Kristus, pernikahan massal, dan budaya yang dianggap mirip kultus, membuat pengikutnya dijuluki "Moonies". Namun, pengaruh gereja ini meluas ke berbagai sektor bisnis, mulai dari media dan pariwisata hingga distribusi makanan. Han memimpin gereja tersebut sejak kematian suaminya pada 2012.
Setelah penangkapan, Gereja Unifikasi merilis pernyataan resmi. "Kami dengan rendah hati menerima keputusan pengadilan dan akan bekerja sama sepenuhnya dengan investigasi. Kami berharap dapat memulihkan kepercayaan publik," tulis pernyataan tersebut seraya menyampaikan permohonan maaf.
Han diduga memberikan hadiah mewah, seperti tas tangan desainer dan kalung berlian, kepada Kim Keon Hee pada 2022 untuk mendapatkan dukungan dari mantan Presiden Yoon Suk Yeol. Namun, Han membantah semua tuduhan tersebut. "Mengapa saya harus melakukan itu?" tanyanya kepada wartawan setelah pemeriksaan pada 17 September lalu. Kasus ini masih terus bergulir dan menunggu proses persidangan selanjutnya.
