Internationalmedia.co.id melaporkan temuan mengejutkan terkait kecelakaan pesawat Air India yang menewaskan sedikitnya 260 orang pada 12 Juni lalu. Berdasarkan rekaman kokpit yang dianalisis oleh pejabat Amerika Serikat, diduga kuat kapten pilot mematikan aliran bahan bakar ke mesin pesawat sebelum kecelakaan terjadi.
Informasi ini terungkap dari sumber yang mengetahui penilaian awal pejabat AS terhadap bukti-bukti yang ada. Menurut sumber tersebut, kopilot yang mengendalikan pesawat Boeing 787-8 Dreamliner itu mempertanyakan tindakan kapten pilot yang memindahkan sakelar bahan bakar ke posisi yang menyebabkan mesin kekurangan bahan bakar. Kopilot bahkan meminta kapten untuk mengembalikan aliran bahan bakar.

Walaupun rekaman kokpit tidak secara eksplisit menunjukkan siapa yang memindahkan sakelar, penilaian awal pejabat AS mengarah pada kapten pilot. Hal ini sebelumnya juga telah dilaporkan oleh Wall Street Journal. Namun, Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) menekankan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan. AAIB juga menyayangkan beberapa media internasional yang terburu-buru menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Laporan awal AAIB memang menyebutkan adanya percakapan di kokpit di mana salah satu pilot mempertanyakan tindakan pilot lain yang mematikan aliran bahan bakar. Namun, laporan tersebut tidak mengidentifikasi siapa yang mengucapkan pernyataan tersebut, apakah Kapten Pilot Sumeet Sabharwal atau Kopilot Clive Kunder. Laporan hanya mencatat bahwa sakelar bahan bakar berpindah dari posisi "run" ke "cutoff" hanya dalam selisih satu detik setelah lepas landas.
AAIB menegaskan bahwa sebagian besar kecelakaan udara disebabkan oleh berbagai faktor dan laporan akhir penyelidikan akan dirilis dalam waktu satu tahun sesuai aturan internasional. Misteri di balik kecelakaan Air India ini masih terus diselidiki, dan peran sakelar bahan bakar menjadi fokus utama penyelidikan.