Tragedi mengguncang Atlanta, Amerika Serikat. Seorang polisi ditemukan tewas setelah ditembak di dekat markas besar Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Informasi awal dari Internationalmedia.co.id menyebutkan insiden ini terjadi Jumat (8/8) sore waktu setempat.
Kepala Kepolisian Atlanta, Darin Schierbaum, dalam konferensi pers Sabtu (9/8), mengonfirmasi kematian polisi tersebut. Korban, David Rose (33), anggota Departemen Kepolisian DeKalb County, meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung dan dua orang anak. Pihak kepolisian menyatakan tidak ada korban jiwa atau luka-luka lain selain korban polisi.

Identitas penembak masih dirahasiakan. Namun, berdasarkan laporan CNN dan New York Times, terungkap bahwa pria bersenjata itu diduga mengalami gangguan mental dan menyalahkan vaksin Covid-19 atas penyakit yang dideritanya. Ayah pelaku bahkan telah melaporkan kepada pihak berwenang pada Jumat pagi terkait niat bunuh diri putranya.
Penembakan terjadi sebelum pukul 17.00 waktu setempat di dekat kampus CDC dan sebuah apotek. Polisi menemukan pelaku tewas di lantai dua apotek CVS dengan luka tembak, yang diduga merupakan luka tembak bunuh diri. Pihak berwenang memastikan tidak ada warga sipil lain yang menjadi korban dalam peristiwa ini. Wali Kota Atlanta, Andre Dickens, juga turut menyampaikan pernyataan terkait insiden ini. Investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh detail kejadian.

