Reaksi keras datang dari Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, terkait tindakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Internationalmedia.co.id melaporkan, Luxon menilai Netanyahu telah bertindak terlalu jauh dan bahkan kehilangan kendali dalam konflik Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan Luxon menanggapi situasi mengerikan di Gaza yang terus memburuk.
"Situasi di Gaza benar-benar mengerikan," tegas Luxon, seperti dikutip dari kantor berita AFP. Ia menambahkan, Netanyahu "telah bertindak terlalu jauh dan saya pikir dia telah kehilangan kendali. Dia tidak mendengarkan komunitas internasional, dan itu tidak dapat diterima."

Netanyahu sebelumnya meluncurkan rencana ambisius untuk menguasai Kota Gaza dan memberantas Hamas. Rencana ini, menurut Netanyahu, adalah cara terbaik mengakhiri konflik, meskipun seruan gencatan senjata semakin menggema. Situasi kemanusiaan di Gaza juga semakin memprihatinkan, dengan peringatan dari ahli PBB tentang kelaparan massal akibat pembatasan akses bantuan kemanusiaan oleh Israel.
Kritik internasional terhadap Israel terus meningkat seiring dengan serangan-serangan tanpa henti yang dilancarkan ke Gaza. Serangan terbaru pada Selasa (12/8) menewaskan sedikitnya 11 warga sipil Gaza, menurut laporan Reuters dan Al Arabiya. Serangan tersebut terjadi setelah Israel menyatakan akan melancarkan serangan baru dan mengambil alih Kota Gaza. Saksi mata dan petugas medis di Gaza melaporkan serangan yang menghantam rumah-rumah dan gedung apartemen, menyebabkan korban jiwa.
Di tengah situasi yang memanas ini, Selandia Baru memberikan sinyal kuat dukungan terhadap Palestina. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, menyatakan bahwa pengakuan negara Palestina oleh Selandia Baru hanyalah masalah waktu. Keputusan resmi mengenai pengakuan tersebut akan diputuskan oleh kabinet pada September mendatang.

