Setelah kerusuhan berdarah di Nepal mereda, Perdana Menteri interim, Sushila Karki, dilantik. Internationalmedia.co.id melaporkan, Karki dalam pidato perdananya berjanji akan memenuhi tuntutan para demonstran, terutama generasi Z yang menjadi motor utama aksi protes tersebut. Karki, mantan kepala hakim agung, dipilih melalui proses unik; para demonstran Gen Z menunjuknya lewat aplikasi Discord.
Wanita berusia 73 tahun ini menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih. "Yang dituntut kelompok ini adalah pengakhiran korupsi, tata kelola pemerintahan yang baik, dan kesetaraan ekonomi. Kita semua harus bertekad untuk memenuhinya," tegas Karki seperti dikutip internationalmedia.co.id dari AFP. Ia juga melakukan pengheningan cipta selama satu menit untuk mengenang korban tewas dalam kerusuhan yang menewaskan 72 orang dan melukai 191 lainnya. Kerusuhan ini merupakan yang terburuk sejak berakhirnya perang saudara Nepal satu dekade lalu.

Penunjukan Karki, yang dikenal karena sikapnya yang independen, terjadi setelah negosiasi alot antara berbagai pihak, termasuk Panglima Angkatan Darat dan Presiden Nepal. Karki sendiri mengaku tak menginginkan posisi tersebut, "Dalam situasi yang saya hadapi ini, saya tidak ingin berada di sini. Nama saya dibawa dari jalanan," ujarnya.
Karki memastikan masa jabatannya sebagai PM interim tidak akan lebih dari enam bulan. Ia berfokus menyelesaikan tanggung jawabnya sebelum pemilihan umum pada 5 Maret 2026. Parlemen Nepal telah dibubarkan untuk menghadapi pesta demokrasi tersebut. Presiden Nepal, Ram Chandra Paudel, menyebut penunjukan Karki sebagai solusi damai dari situasi yang sangat sulit dan gawat.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia memanfaatkan meredanya kerusuhan untuk memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) secara bertahap. Sebanyak 17 WNI telah kembali ke Tanah Air pada Sabtu lalu, menambah total WNI yang dipulangkan menjadi 57 orang. Kemlu masih berupaya memulangkan sekitar 21 WNI lagi dalam beberapa hari ke depan. Kemlu juga mengimbau WNI untuk menunda perjalanan ke Nepal hingga situasi benar-benar kondusif.

