Tuesday, 05 March 2024

Search

Tuesday, 05 March 2024

Search

Pinjaman Rp6,61 T dari ADB untuk Bangun Proyek Sanitasi

JAKARTA – Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menyetujui pinjaman US$ 419,6 juta atau Rp 6,61 triliun (kurs Rp 15.764) untuk Indonesia. Pinjaman tersebut ditujukan untuk proyek sanitasi inklusif seluruh kota (citywide inclusive sanitation project).

Direktur ADB untuk Indonesia Jiro Tominaga mengatakan pinjaman tersebut untuk memperkuat sistem sanitasi bagi 2,5 juta penduduk di kota Mataram, Pontianak dan Semarang. Sistem dirancang berdasarkan prinsip sanitasi inklusif di seluruh kota, yang memastikan setiap orang memiliki akses terhadap layanan sanitasi yang ditangani secara tepat dengan mengintegrasikan sistem saluran air limbah dan non saluran air limbah.

“Proyek ini merupakan salah satu proyek sanitasi inklusif terbesar di Indonesia yang didukung oleh ADB hingga saat ini, selaras dengan inisiatif komprehensif kami yang bertujuan mengatasi perubahan iklim. ADB gembira dapat terus bekerja sama dengan Indonesia untuk memperluas akses terhadap layanan sanitasi yang lebih baik, yang merupakan kunci menuju masyarakat yang sehat dan produktif,” kata Jiro dalam keterangan tertulis, Kamis (1/2).

Meskipun sekitar 77% rumah tangga di Indonesia memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi dasar, ADB mencatat hanya 7% rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi yang menjamin pembuangan limbah ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk diproses lebih lanjut.

Banyaknya rumah tangga menghadapi masalah saluran air limbah yang tidak memadai dan rentan terhadap banjir, membuat polusi air tanah serta risiko lingkungan dan kesehatan sering terjadi.

Dengan adanya proyek ini, akan memperbaiki dan memperluas sistem sanitasi yang ada dengan membangun IPAL berkapasitas sebesar 57.000 meter kubik dan jaringan saluran pembuangan sepanjang sekitar 200 kilometer (km).

Langkah-langkah dirancang untuk memastikan ketahanan terhadap iklim dan bencana seperti membangun bangunan tinggi untuk melindungi IPAL dari banjir, menerapkan sistem drainase di lokasi IPAL untuk mengelola volume air hujan, serta memasang pemecah gelombang untuk mengurangi dampak air pasang dan banjir.

Selain itu, proyek ini akan memusatkan upaya pada peningkatan fasilitas pengelolaan lumpur tinja, penguatan kerangka peraturan, serta peningkatan efisiensi operasional operator layanan sanitasi di berbagai bidang seperti tata kelola, digitalisasi dan manajemen aset.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media