Kehebohan terjadi di langit New Jersey akhir pekan lalu. Internationalmedia.co.id melaporkan, sejumlah jet tempur Amerika Serikat (AS) dikerahkan untuk mencegat sebuah pesawat sipil yang secara tiba-tiba memasuki zona larangan terbang (TFR) di atas klub golf Bedminster milik Presiden Donald Trump. Insiden yang terjadi Minggu (3/8) siang sekitar pukul 12.50 waktu setempat ini membuat heboh publik. Trump sendiri diketahui sedang menghabiskan akhir pekan di klub golf mewah tersebut.
Menurut laporan dari New York Post dan Newsweek, pilot pesawat sipil itu dengan sengaja atau tidak sengaja melanggar TFR yang diberlakukan di atas lokasi tersebut. Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) langsung bertindak cepat. Jet tempur NORAD dikerahkan untuk mencegat dan mengawal pesawat sipil itu keluar dari zona TFR. Pihak NORAD bahkan menggunakan suar untuk menarik perhatian pilot yang lalai tersebut.

Ini bukan insiden pertama. NORAD menyatakan bahwa kejadian ini merupakan pencegatan kedua di zona TFR yang sama pada hari Minggu, dan pencegatan kelima sepanjang akhir pekan. Sebuah pesawat lain juga dilaporkan melanggar TFR di lokasi yang sama pada hari yang sama.
NORAD dalam pernyataannya menekankan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan penerbangan. Mereka mengingatkan para pilot untuk selalu memverifikasi semua pemberitahuan kepada penerbang (NOTAM) dari Badan Penerbangan Federal (FAA) dan informasi penerbangan lainnya sebelum melakukan penerbangan. Meskipun penggunaan suar mungkin terlihat oleh publik, NORAD memastikan bahwa tindakan tersebut dilakukan dengan sangat memperhatikan keselamatan pesawat yang dicegat dan penduduk di darat. Suar yang digunakan pun dirancang untuk terbakar sempurna dan tidak membahayakan.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keamanan wilayah udara, khususnya di sekitar lokasi penting seperti kediaman presiden. NORAD menegaskan kewajiban mematuhi protokol wilayah udara terbatas FAA, tanpa terkecuali. Trump sendiri dijadwalkan kembali ke Gedung Putih pada Minggu malam.

