internationalmedia.co.id – Suasana langit Jakarta mendadak riuh dengan deru mesin jet tempur saat pesawat kepresidenan Mesir memasuki wilayah udara Indonesia, Sabtu (10/10/2026) sore. Kedatangan Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Indonesia disambut dengan protokol keamanan dan penghormatan tingkat tinggi yang sangat impresif.
Sebagai bentuk penghormatan diplomatik kepada pemimpin negara sahabat, TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan kekuatan udara terbaiknya untuk melakukan pengawalan ketat. Pesawat kepresidenan yang membawa Presiden El-Sisi tidak terbang sendirian; ia dikawal oleh formasi jet tempur yang gagah. Tercatat, dua unit pesawat Sukhoi SU-30 dan dua unit Sukhoi SU-27 turut mengawal di sisi pesawat kepresidenan. Tak hanya itu, dua unit jet tempur F-16 juga disiagakan sebagai pendukung pengawalan (escort support) guna memastikan keamanan jalur penerbangan selama memasuki ruang udara nasional.

Kemegahan penyambutan ini tidak berhenti di udara saja. Saat pesawat kepresidenan mulai melakukan manuver pendaratan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, langit kembali dihiasi dengan atraksi flypast dari para pilot TNI AU. Atraksi udara ini menjadi simbol persahabatan yang erat antara Indonesia dan Mesir.
Di darat, suasana haru dan hangat juga menyelimuti kawasan sekitar Bandara Halim Perdanakusuma. Berbeda dengan protokol militer yang kaku, kedatangan Presiden El-Sisi juga diramaikan oleh kehadiran kelompok pelajar. Dengan penuh semangat, para siswa tersebut melambaikan bendera Merah Putih dan bendera Mesir secara bergantian, menciptakan pemandangan yang menunjukkan kedekatan emosional antar kedua bangsa.
Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, yang akrab disapa Tata, menjelaskan bahwa kunjungan ini memiliki nilai historis yang penting. Menurutnya, kedatangan Presiden El-Sisi merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Prabowo melakukan kunjungan resmi ke Mesir pada periode 2024 hingga 2025 lalu.
"Kita baru saja menyaksikan kedatangan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi untuk melaksanakan kunjungan kenegaraan perdana. Ini adalah bentuk kunjungan balasan setelah Bapak Presiden Prabowo berkunjung ke Mesir sebelumnya," ujar Tata saat memberikan keterangan kepada awak media di Halim Perdanakusuma.
Agenda utama kunjungan ini akan dipusatkan di Istana Merdeka. Presiden El-Sisi dijadwalkan akan diterima langsung oleh Presiden Indonesia dalam sebuah pertemuan formal yang diawali dengan upacara sambutan kenegaraan. Setelah itu, kedua pemimpin dijadwalkan melakukan pertemuan empat mata (tete-a-tete) serta pertemuan bilateral untuk membahas berbagai isu strategis.
Tata menambahkan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata untuk memperkuat kerja sama strategis. "Akan ada penandatanganan sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup berbagai sektor penting, mulai dari kemudahan masalah visa, kerja sama di bidang statistik, sektor perikanan, hingga penyusunan rencana aksi (plan of action) untuk meningkatkan hubungan kerja sama strategis antara Indonesia dan Mesir," pungkasnya.
