Tembok Ratapan, situs suci bagi umat Yahudi, menjadi lokasi aksi vandalisme mengejutkan. Internationalmedia.co.id melaporkan, coretan berbunyi "Holocaust di Gaza" dalam bahasa Ibrani ditemukan di bagian selatan tembok tersebut. Aksi ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak di Israel.
Coretan yang diduga sebagai bentuk protes terhadap konflik di Jalur Gaza ini ditemukan pada Senin (11/8) waktu setempat. Bukan hanya di Tembok Ratapan, coretan serupa juga dilaporkan muncul di dinding Sinagoge Agung dan beberapa lokasi lain di Yerusalem. Penggunaan istilah "Holocaust" dalam konteks ini dinilai sangat provokatif, mengingat sejarah kelam pembantaian enam juta warga Yahudi Eropa selama Perang Dunia II.

Rabbi Shmuel Rabinovitch, dari Tembok Ratapan, mengecam keras tindakan tersebut sebagai "penodaan" dan mendesak polisi untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Sentimen serupa diungkapkan oleh Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, yang sama-sama menyatakan kecaman dan janji tindakan cepat dari pihak kepolisian. Bahkan Benny Gantz, pemimpin oposisi dan mantan Menteri Pertahanan, menyebut aksi vandalisme ini sebagai "kejahatan terhadap seluruh bangsa Yahudi".
Kepolisian Israel bergerak cepat dengan menangkap seorang tersangka berusia 27 tahun. Tersangka langsung diadili pada hari yang sama dan pihak kepolisian mengajukan permohonan perpanjangan penahanan. Insiden ini menyoroti ketegangan politik dan sosial yang sedang melanda Israel, khususnya terkait konflik di Jalur Gaza.

