Internationalmedia.co.id – Setidaknya empat nyawa melayang dan puluhan lainnya terluka dalam kerusuhan berdarah yang mengguncang sebuah penjara di Ekuador. Bentrokan maut ini melibatkan penggunaan senjata api dan bahan peledak, menambah daftar panjang tragedi di penjara-penjara Ekuador yang menjadi arena pertempuran geng narkoba.
Peristiwa mengerikan ini terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat di penjara Machala, kota yang terletak di barat daya Ekuador. Warga sekitar dikagetkan oleh suara tembakan, ledakan dahsyat, dan jeritan pilu yang berasal dari balik tembok penjara.

Otoritas penjara Ekuador (SNAI) mengonfirmasi bahwa empat narapidana tewas dalam bentrokan tersebut, sementara 33 narapidana dan seorang petugas polisi mengalami luka-luka. Tim polisi elite segera diterjunkan ke lokasi untuk memulihkan kendali setelah kerusuhan pecah.
Hingga saat ini, identitas para korban tewas belum diungkapkan, dan belum ada konfirmasi resmi apakah bentrokan ini merupakan bagian dari perang antar geng yang terus berlanjut. Namun, kuat dugaan bahwa kekerasan ini terkait dengan rencana pemindahan sejumlah narapidana ke penjara baru dengan keamanan maksimum yang akan diresmikan bulan ini oleh pemerintahan Presiden Daniel Noboa.
Penjara-penjara di Ekuador telah lama menjadi pusat operasi bagi geng-geng penyelundup narkoba yang bersaing. Lebih dari 500 narapidana telah tewas dalam pertempuran antar kelompok yang memperebutkan kendali atas perdagangan ilegal tersebut. Pada akhir September lalu, konfrontasi bersenjata lainnya di penjara Machala menewaskan 13 narapidana dan seorang petugas penjara.

