Amerika Serikat kembali membuat heboh dunia internasional. Internationalmedia.co.id melaporkan, Presiden Donald Trump dikabarkan telah memerintahkan Pentagon untuk menggunakan kekuatan militer dalam melawan kartel narkoba di Amerika Latin. Informasi ini berdasarkan laporan dari berbagai sumber kredibel, termasuk The New York Times, The Wall Street Journal, dan AFP. Washington secara resmi telah menetapkan beberapa kelompok penyelundup narkotika sebagai organisasi teroris.
Langkah kontroversial ini diumumkan setelah Gedung Putih menetapkan beberapa kartel, termasuk Kartel Sinaloa di Meksiko dan Tren de Aragua di Venezuela, sebagai organisasi teroris asing pada bulan Februari lalu. Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, meskipun tidak secara langsung mengkonfirmasi penggunaan kekuatan militer, menyatakan bahwa melindungi Amerika Serikat adalah prioritas utama Trump, sehingga langkah berani ini diambil. Kedutaan Besar AS di Meksiko menyatakan kedua negara akan bekerja sama menggunakan segala cara untuk memberantas kartel narkoba.

Namun, reaksi keras datang dari Meksiko. Presiden Claudia Sheinbaum dengan tegas menolak kemungkinan intervensi militer AS di negaranya. Ia menekankan bahwa tidak akan ada invasi ke Meksiko, meskipun Trump sebelumnya telah berjanji untuk "memperangi" kartel narkoba Meksiko yang dianggapnya sebagai sumber utama narkoba, khususnya fentanil, yang membanjiri AS. Sheinbaum menegaskan kerja sama dengan AS dalam melawan kartel, namun menegaskan penolakan terhadap intervensi militer. Hal senada juga disampaikan Kementerian Luar Negeri Meksiko.
Meskipun Duta Besar AS untuk Meksiko, Ronald Johnson, menyatakan kedua negara menghadapi musuh bersama, yaitu kartel narkoba, penolakan Meksiko terhadap intervensi militer AS tampaknya tak tergoyahkan. Sheinbaum bahkan menyatakan bahwa dalam setiap komunikasi dengan pejabat AS, Meksiko selalu bersikeras menolak intervensi militer. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana strategi anti-narkoba Trump akan berjalan di tengah penolakan tegas dari Meksiko. Situasi ini jelas akan menjadi sorotan dunia internasional dalam beberapa waktu ke depan.

