Kaisar Naruhito dari Jepang menyampaikan penyesalan mendalamnya atas Perang Dunia II dalam peringatan 80 tahun Jepang menyerah pada Perang Dunia II. Pernyataan ini disampaikan Internationalmedia.co.id mengutip laporan AFP, di Nippon Budokan, Tokyo, Jumat (15/8/2025). Didampingi Permaisuri Masako, Kaisar Naruhito mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas korban jiwa perang dan berharap tragedi tersebut tak terulang.
"Pikiran saya bersama banyak orang yang kehilangan nyawa mereka yang berharga dalam perang terakhir dan keluarga mereka yang berduka," ungkap Kaisar Naruhito. Ia menambahkan harapannya agar kehancuran akibat perang tidak akan pernah terulang kembali. Pidato bernada muram ini disampaikan di tengah peringatan yang khidmat.

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, turut menyampaikan pidato, menekankan pentingnya mengingat kenangan pahit perang dan mewariskannya kepada generasi mendatang untuk mengupayakan perdamaian abadi. Namun, peringatan tersebut juga diwarnai kontroversi.
Ribuan orang antre di bawah terik matahari untuk memberikan penghormatan di Kuil Yasukuni, sebuah kuil yang kontroversial karena menghormati para tentara Jepang yang gugur, termasuk penjahat perang. Kehadiran seorang menteri kabinet Jepang di kuil ini memicu kemarahan dari China dan Korea Selatan, negara-negara yang menjadi korban kekejaman militer Jepang.
Kyodo News melaporkan bahwa Perdana Menteri Ishiba mengirimkan persembahan adat ke Kuil Yasukuni. Kunjungan pejabat tinggi Jepang ke kuil ini selalu menjadi isu sensitif dalam hubungan internasional, mengingat kontroversi yang melekat pada kuil tersebut. Sejak tahun 2013, tidak ada Perdana Menteri Jepang yang mengunjungi Kuil Yasukuni secara langsung, setelah kunjungan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe memicu kecaman internasional. Peristiwa ini sekali lagi menyoroti kompleksitas sejarah Jepang dan upaya negara tersebut untuk mencapai rekonsiliasi.

