Internationalmedia.co.id melaporkan, Amerika Serikat (AS) telah menghentikan pengiriman rudal ke Ukraina. Keputusan mengejutkan ini dikonfirmasi oleh Pentagon, yang menyatakan bahwa langkah tersebut diambil karena stok senjata AS menipis. Berbagai sumber berita, termasuk Reuters dan Al Arabiya, menyebutkan beberapa jenis rudal yang pengirimannya dihentikan, antara lain puluhan rudal pencegat Patriot, lebih dari 100 rudal Hellfire, dan puluhan rudal Stinger. Tidak hanya itu, internationalmedia.co.id juga mendapatkan informasi dari Politico, yang mengutip dua sumber anonim, bahwa pengiriman sejumlah senjata lain yang dijanjikan di masa pemerintahan Joe Biden juga mengalami penundaan. Senjata-senjata tersebut termasuk pencegat pertahanan udara yang vital untuk melawan serangan drone dan proyektil Rusia.
Laporan dari NBC News semakin memperparah situasi. Media tersebut menyebutkan bahwa Ukraina juga tidak akan menerima ribuan amunisi Howitzer 155 mm berdaya ledak tinggi dan lebih dari 250 rudal presisi berpemandu GMLRS. Pentagon, melalui email, menjelaskan bahwa mereka tengah meninjau ulang strategi bantuan militer ke Ukraina, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan pasukan AS untuk prioritas pertahanan negara. Elbridge Colby, Wakil Menteri Pertahanan untuk kebijakan, menegaskan hal tersebut.

Situasi ini semakin rumit dengan kemajuan Rusia yang terus menguasai wilayah di Ukraina, terutama di wilayah Donetsk dan Dnipropetrovsk. Serangan udara Rusia juga meningkat di seluruh negeri. Perlu diketahui bahwa pengiriman bantuan senjata AS sempat dihentikan sementara pada bulan Februari dan Maret lalu, sebelum akhirnya kembali dilanjutkan. Menurut NBC News, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menangguhkan pengiriman beberapa minggu setelah memulai peninjauan ulang stok amunisi AS yang telah berkurang drastis akibat pengiriman besar-besaran ke Ukraina dan Timur Tengah. Apakah ini pertanda berakhirnya dukungan militer AS untuk Ukraina? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
