Sebuah insiden penembakan tragis mengguncang sebuah sekolah di Turki, melibatkan seorang siswa berusia 14 tahun yang menewaskan sembilan orang. Penyelidikan polisi mengungkap fakta mengejutkan: pelaku memasang foto Elliot Rodger, seorang penembak massal di Amerika Serikat, sebagai foto profil WhatsApp miliknya. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, temuan ini memicu dugaan kuat adanya inspirasi dari aksi kekerasan serupa di luar negeri.
Elliot Rodger dikenal sebagai pelaku penembakan massal di AS pada tahun 2014, yang menewaskan enam mahasiswa di dekat Santa Barbara, California. Kasus Rodger, yang sempat mengungkapkan frustrasi mendalam terkait hubungan dengan perempuan, kerap disebut menginspirasi sejumlah pelaku penembakan di sekolah lainnya. Departemen kepolisian Turki, dalam pernyataannya, mengonfirmasi bahwa gambar yang digunakan pelaku merujuk pada Rodger.

Meskipun demikian, temuan awal kepolisian Turki menegaskan bahwa tidak ada indikasi keterkaitan dengan terorisme. Insiden ini diyakini sebagai serangan individu. Hingga kini, belum ada kejelasan apakah remaja pelaku penembakan di Turki memiliki motivasi yang serupa dengan Rodger, terutama terkait isu frustrasi personal.
Tragedi berdarah ini terjadi di sebuah sekolah di Kahramanmaras pada Rabu (15/4). Remaja berusia 14 tahun tersebut melepaskan tembakan dengan lima pucuk senjata api yang dibawanya, menyebabkan sedikitnya sembilan orang tewas dan 13 lainnya luka-luka. Kekacauan tak terhindarkan, memaksa para siswa melompat keluar jendela demi menyelamatkan diri. Pelaku dilaporkan tewas setelah menembak dirinya sendiri usai melancarkan serangan mematikan itu.
Penembakan massal di Provinsi Kahramanmaras ini cukup mengejutkan publik Turki, mengingat insiden serupa di sekolah tergolong sangat jarang terjadi di negara tersebut. Ironisnya, ini merupakan insiden kedua dalam dua hari terakhir di Turki, sebuah fakta yang menambah kekhawatiran publik, seperti dilansir AFP.
Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Ciftci, secara resmi mengonfirmasi jumlah korban jiwa sebanyak sembilan orang dan 13 korban luka. Enam korban luka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dengan tiga di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.

