Internationalmedia.co.id – News – Aparat kepolisian di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, berhasil mengamankan satu terduga pelaku pembakaran lahan. Penangkapan ini sontak mendapat respons tegas dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang mendesak penegak hukum untuk memberikan hukuman maksimal kepada pelaku, serta membongkar aktor intelektual di baliknya.
Sahroni menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas insiden ini, menyebut situasi pembakaran lahan sebagai kondisi darurat. "Saya mendesak polisi agar menjatuhkan sanksi berat kepada pelaku. Praktik perusakan lingkungan seperti ini telah menyebabkan luas hutan kita terus menyusut drastis dari tahun ke tahun, mengancam habitat alami," tegas Sahroni kepada awak media pada Sabtu (22/8).

Lebih lanjut, politikus Partai NasDem ini mendesak agar penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan. Ia menekankan pentingnya mengungkap siapa pemodal atau dalang utama di balik kejahatan ekologi tersebut. "Selain menghukum berat pelaku di lapangan, saya juga meminta polisi untuk menelusuri secara tuntas siapa saja pemodal dan tokoh yang menjadi otak di balik aksi ini. Ini harus diusut tuntas, diungkap, dan dihukum seberat-beratnya, karena kita tidak bisa lagi menolerir kejahatan yang merusak ekosistem seperti ini," ujarnya.
Sahroni menggarisbawahi bahwa tindakan perusakan hutan dan lahan membawa dampak penderitaan yang luas bagi masyarakat. Menurutnya, aksi tersebut berpotensi memicu bencana ekologis yang tidak hanya merugikan manusia, tetapi juga seluruh makhluk hidup. "Negara dan rakyat sudah cukup menanggung kerugian besar akibat bencana ekologi, baik secara moril maupun materiil. Jangan lupakan pula, masa depan generasi muda kita terancam karena lingkungan alam yang semakin rusak," paparnya.
Selain tuntutan pidana, Sahroni juga meminta agar pelaku bertanggung jawab penuh untuk memulihkan kondisi alam pasca-aksi pembakaran. "Kami menuntut pelaku tidak hanya dihukum, tetapi juga wajib melakukan penghijauan kembali di area-area yang telah terbakar," tambahnya.
Informasi dari kepolisian mengonfirmasi penangkapan satu individu yang diduga kuat sebagai pembakar lahan di Hulu Sungai Selatan. Pelaku diketahui bertindak atas perintah pihak lain. "Benar, ada satu orang yang telah diamankan. Ia membuka lahan dengan cara dibakar di HSS," terang Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Nur Hamid, seperti dilansir internationalmedia.co.id pada Jumat (21/8).
Hamid menjelaskan bahwa pelaku melakukan aksinya sendirian di lahan milik pribadi yang berlokasi di Kecamatan Simpur, Kabupaten HSS. Lahan yang dibakar seluas 17 borongan, di mana satu borongan setara dengan 17×17 meter. "Pelaku diamankan di Polres HSS setelah melakukan pembakaran pada Kamis (20/8)," imbuhnya. Metode pembakaran yang digunakan adalah dengan membakar ujung sebatang bambu, lalu menggunakannya untuk menyulut lahan.
