Internationalmedia.co.id – News – Otoritas Guatemala dibuat terkejut dengan penemuan sedikitnya 12 mayat di area hutan terpencil di pinggiran Guatemala City, ibu kota negara tersebut. Temuan mengerikan ini, yang terjadi dalam rentang waktu tiga hari, diduga kuat merupakan konsekuensi brutal dari perang wilayah antar geng kriminal yang terus mencengkeram negara Amerika Tengah itu.
Penemuan massal ini terungkap berkat kerja keras otoritas setempat, termasuk dinas pemadam kebakaran, selama tiga hari berturut-turut. Area hutan tempat jasad-jasad itu dibuang memang dikenal sebagai lokasi favorit para pelaku kejahatan untuk menghilangkan jejak korban mereka.

Hans Lemus, juru bicara dinas pemadam kebakaran Guatemala City, merinci kronologi penemuan yang mengerikan ini. "Dua mayat pertama ditemukan pada Jumat (19/12) waktu setempat," ujarnya kepada wartawan. Sehari kemudian, pada Sabtu (20/12), tiga mayat tambahan beserta beberapa kerangka manusia berhasil diidentifikasi.
Puncaknya, pada Minggu (21/12), dengan bantuan anjing pelacak, tim berwenang menemukan enam mayat lainnya, beberapa di antaranya berupa bagian tubuh yang terbungkus kain dan kantong plastik, menambah daftar panjang korban tak dikenal. Identitas para korban hingga kini belum diungkap ke publik.
Kementerian Dalam Negeri Guatemala, dalam pernyataan resminya, mengonfirmasi bahwa rentetan pembunuhan ini sangat mungkin melibatkan perseteruan sengit antar geng kriminal yang memperebutkan wilayah kekuasaan. Guatemala memang telah lama menjadi sarang kekerasan yang didalangi oleh geng-geng kejam seperti Barrio 18 dan Mara Salvatrucha (MS-13). Kedua kelompok ini bahkan telah secara resmi ditetapkan sebagai organisasi teroris, baik oleh pemerintah Guatemala sendiri maupun oleh Amerika Serikat.
Insiden penemuan mayat dalam jumlah besar bukanlah fenomena baru di Guatemala. Sebagai contoh, pada Oktober lalu, sembilan jasad ditemukan di bawah jembatan di kota Palencia, yang juga berdekatan dengan ibu kota. Otoritas setempat secara konsisten menyatakan bahwa hampir separuh dari seluruh tindak kekerasan di negara ini didalangi oleh jaringan pengedar narkoba dan anggota geng kriminal yang tanpa henti memeras uang dari para pelaku bisnis lokal.
Kondisi ini tercermin dari statistik mengerikan: Guatemala mengakhiri tahun lalu dengan tingkat pembunuhan mencapai 16,1 per 100.000 penduduk, angka yang lebih dari dua kali lipat rata-rata global, menempatkannya di antara negara-negara paling berbahaya di dunia.
