Internationalmedia.co.id memberitakan pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang membantah niat Israel untuk menguasai Jalur Gaza mendapat kecaman keras dari Hamas. Kelompok perlawanan Palestina itu menyebut klaim Netanyahu sebagai kebohongan besar.
"Netanyahu terus berdusta, menipu, dan berupaya menyesatkan publik dunia," tegas Taher al-Nunu, pejabat senior Hamas, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Senin (11/8/2025). Al-Nunu menilai pernyataan Netanyahu dalam konferensi pers akhir pekan lalu hanyalah rangkaian kebohongan yang bertujuan menutupi realita. Menurutnya, Netanyahu enggan berhadapan dengan kebenaran dan lebih memilih untuk memutarbalikkan fakta.

Sebelumnya, Netanyahu menyatakan bahwa rencana Israel di Gaza bukan untuk menduduki wilayah tersebut dan menjalankan pemerintahan. Ia mengklaim tujuannya adalah membebaskan Gaza dari cengkeraman Hamas. "Tujuan kami bukan menduduki Gaza, melainkan membentuk pemerintahan sipil di Jalur Gaza yang tidak berafiliasi dengan Hamas atau Otoritas Palestina," ujar Netanyahu dalam konferensi pers yang dikutip AFP, Minggu (10/8/2025).
Netanyahu juga menjanjikan koridor aman untuk penyaluran bantuan kemanusiaan. Namun, rencana tersebut langsung menuai kecaman internasional. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, Inggris, China, dan Turki, telah menyatakan penolakan keras terhadap rencana Israel tersebut. Pernyataan yang saling bertolak belakang ini semakin memanaskan situasi di kawasan tersebut dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan Jalur Gaza.

