Internationalmedia.co.id memberitakan kasus kematian Zara Qairina Mahathir, seorang siswi berusia 13 tahun di Malaysia, yang menggemparkan publik. Kematian Zara, yang awalnya dilaporkan sebagai kecelakaan jatuh dari lantai tiga asrama sekolahnya di Sabah, kini diselimuti misteri setelah autopsi dilakukan.
Awalnya, kematian Zara pada 17 Juli lalu terkesan janggal. Tidak ada autopsi dilakukan setelah ia ditemukan tak sadarkan diri di selokan pada 16 Juli. Jenazahnya langsung dimakamkan. Kecurigaan publik semakin menguat karena munculnya informasi mengenai memar di tubuh Zara yang baru diketahui keluarga setelah prosesi pemandian jenazah. Informasi ini pun terlambat dilaporkan ke pihak berwajib.

Ketidakjelasan dan kurangnya transparansi dari pihak berwenang memicu spekulasi liar, termasuk dugaan bullying dan keterlibatan pihak "VIP". Kemarahan publik pun memuncak, menuntut penyelidikan yang tuntas dan transparan.
Tekanan publik akhirnya memaksa Kejaksaan Agung Malaysia memerintahkan penggalian kembali makam Zara untuk dilakukan autopsi pada 10 Agustus. Proses autopsi yang berlangsung selama 8 jam di Rumah Sakit Queen Elizabeth I, Kota Kinabalu, mengungkap adanya tanda-tanda cedera pada tubuh Zara. Meskipun detail cedera belum dipublikasikan, pengacara keluarga Zara menyatakan telah terdeteksi adanya luka.
Polisi Malaysia saat ini tengah menyelidiki berbagai kemungkinan, termasuk dugaan bullying. Perdana Menteri Anwar Ibrahim telah menjamin penyelidikan yang cepat dan transparan, menegaskan tidak akan ada yang dilindungi jika terbukti bersalah. Publik Malaysia masih menunggu hasil resmi autopsi dan perkembangan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap misteri di balik kematian Zara.

