Internationalmedia.co.id – Pemerintah Hong Kong bergerak cepat membentuk komite independen untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran dahsyat yang menewaskan ratusan jiwa di sebuah apartemen. Tak hanya itu, komite ini juga akan menyelidiki dugaan kelalaian dalam pemeliharaan apartemen yang disinyalir menjadi faktor pemicu tragedi tersebut.
Selain fokus pada penyebab utama kebakaran, aparat juga akan menelusuri informasi terkait pengawasan renovasi apartemen yang diduga kuat berkontribusi pada kebakaran maut ini. Dilansir AFP, Pemimpin Eksekutif Hong Kong, John Lee, menegaskan komitmennya untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi ini. "Demi menghindari terulangnya kejadian serupa, saya akan membentuk komite independen yang dipimpin oleh seorang hakim untuk menyelidiki alasan di balik penyebab dan penyebaran cepat (kebakaran) serta isu-isu terkait," ujarnya dalam konferensi pers.

Penyelidikan intensif telah membuahkan penangkapan 13 orang oleh Kepolisian Hong Kong atas dugaan pembunuhan. Sementara itu, badan antikorupsi kota tersebut juga mengamankan 12 orang terkait dugaan korupsi yang diyakini memiliki keterkaitan dengan kebakaran ini. Otoritas setempat mencurigai penggunaan jaring plastik dan busa insulasi yang tidak memenuhi standar dalam renovasi di kompleks permukiman Wang Fuk Court menjadi penyebab utama api menyebar dengan cepat ke tujuh gedung apartemen.
Tim penyelidik terus berupaya menyisir seluruh gedung yang hangus terbakar. Jenazah para penghuni apartemen ditemukan di tangga darurat dan bagian atap, menunjukkan upaya mereka untuk menyelamatkan diri dari kobaran api. Sekitar 30 orang masih dinyatakan hilang, dan operasi pencarian terus dilakukan, terutama di gedung-gedung yang mengalami kerusakan paling parah.
Ironisnya, jauh sebelum kebakaran terjadi, para penghuni kompleks apartemen Wang Fuk Court telah berulang kali memperingatkan otoritas setempat mengenai potensi bahaya kebakaran akibat renovasi yang sedang berlangsung. Mereka menyuarakan kekhawatiran tentang potensi mudah terbakarnya jaring yang digunakan kontraktor untuk menutupi perancah di luar gedung. Namun, Departemen Tenaga Kerja Hong Kong justru menyatakan bahwa kompleks tersebut menghadapi "risiko kebakaran yang relatif rendah".
Sekretaris Utama otoritas Hong Kong, Eric Chan, mengungkapkan bahwa kontraktor diduga menggunakan material yang tidak sesuai standar pada area-area yang sulit dijangkau, sehingga menyulitkan petugas inspeksi untuk mendeteksinya. Busa insulasi yang digunakan dalam renovasi juga diduga memperparah kebakaran, dan alarm kebakaran di kompleks apartemen tersebut dilaporkan tidak berfungsi dengan baik.
Hingga saat ini, jumlah korban tewas akibat kebakaran dahsyat tersebut telah mencapai 151 orang. Juru bicara kepolisian, Tsang Shuk-yin, menyatakan bahwa jumlah ini masih mungkin bertambah. Operasi penyelamatan korban kebakaran terus berlanjut, dan sebanyak 159 orang yang sebelumnya dilaporkan hilang telah dipastikan selamat. Kebakaran ini menjadi tragedi paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir, dan otoritas setempat terus berupaya mencari keberadaan sekitar 40 orang yang masih dilaporkan hilang. Internationalmedia.co.id akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan penyelidikan kasus ini.

