Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, baru-baru ini menyerahkan bantuan signifikan senilai Rp250 juta melalui program ‘Kemendag Peduli’. Donasi ini secara khusus ditujukan untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak parah oleh gempa bumi. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, dalam sebuah acara yang berlangsung di sela peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Senin (17/8).
Busan menegaskan bahwa inisiatif ‘Kemendag Peduli’ merupakan manifestasi nyata dari kepedulian dan solidaritas seluruh keluarga besar Kementerian Perdagangan terhadap saudara-saudara di NTT yang sedang menghadapi musibah. Menurutnya, momen peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian, terutama dalam membantu sesama yang tertimpa bencana. "Keluarga besar Kemendag sepakat untuk menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah di NTT. Donasi sebesar Rp 250 juta berhasil terkumpul dalam waktu singkat dan langsung kami serahkan kepada Kantor Penghubung Provinsi NTT di Jakarta," ungkap Busan dalam keterangan tertulisnya (18/8). Ia menambahkan bahwa ini adalah tahap awal, dengan harapan donasi akan terus terkumpul dan disalurkan.

Selain bantuan finansial, Busan juga menyoroti kondisi infrastruktur perdagangan di wilayah yang terdampak gempa. Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya empat pasar yang mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi. Salah satu yang paling terdampak adalah Pasar Inpres Ruteng di Manggarai, di mana beberapa tiang penyangga mengalami kerusakan serius, menyebabkan pasar tersebut tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu. "Identifikasi awal kami menunjukkan empat pasar terdampak. Salah satunya Pasar Inpres Ruteng di Manggarai yang rusak di bagian tiang. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pasar tersebut tidak digunakan sementara waktu demi keselamatan masyarakat," jelasnya.
Pemulihan sarana perdagangan menjadi prioritas utama dalam proses rehabilitasi pascabencana di NTT. Busan menekankan bahwa pasar rakyat, kios, dan fasilitas perdagangan lainnya memiliki peran strategis dalam menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat. "Sarana perdagangan ini penting karena menjadi tempat masyarakat beraktivitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah kondisi darurat tertangani, kami ingin perdagangan dapat segera pulih. Pedagang bisa kembali berjualan dan masyarakat bisa kembali beraktivitas," tuturnya.
Untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di area terdampak, Kementerian Perdagangan telah berkoordinasi intensif dengan para distributor, termasuk yang berada di luar wilayah bencana dan provinsi terdekat. Koordinasi ini akan terus diperkuat melalui tim khusus yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha. "Kami sudah berkoordinasi dengan pelaku usaha, termasuk ritel modern, dan mereka menyampaikan pasokan masih aman. Saat ini, fokus utama ada pada penanganan darurat pascabencana," pungkas Busan.
