Sebuah serangan udara Israel di wilayah utara Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan lima warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, memicu kekhawatiran baru di tengah gencatan senjata yang rapuh. Internationalmedia.co.id – News mengabarkan, insiden tragis ini menambah daftar panjang korban konflik di wilayah tersebut.
Menurut badan pertahanan sipil Gaza, yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah otoritas Hamas, serangan tersebut menargetkan sekelompok warga sipil. Lokasi kejadian disebutkan berada di dekat masjid Al-Qassam di Beit Lahia. Jenazah para korban, yang identitas dan usia anak-anaknya belum dirinci, telah dibawa ke rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza. Pihak rumah sakit juga mengonfirmasi penerimaan jenazah tersebut.

Militer Israel, ketika dimintai konfirmasi oleh media, menyatakan sedang memeriksa laporan mengenai insiden mematikan ini. Serangan terjadi di tengah gencatan senjata yang disepakati pada 10 Oktober, menyusul eskalasi konflik pasca-serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Meskipun ada kesepakatan, Gaza terus dilanda kekerasan harian, dengan kedua belah pihak secara teratur saling menuduh melanggar ketentuan gencatan senjata.
Sejak gencatan senjata dimulai, Kementerian Kesehatan Gaza, yang juga berada di bawah otoritas Hamas dan angkanya dianggap dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, mencatat bahwa setidaknya 786 warga Palestina telah kehilangan nyawa. Angka terbaru ini menambah daftar panjang penderitaan di wilayah yang terus bergejolak, menyoroti kerapuhan perdamaian di kawasan tersebut.
