Internationalmedia.co.id – News – Jakarta – Sebuah seruan penting menggema dari kalangan mahasiswa. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) secara tegas mengajak seluruh elemen bangsa untuk merajut kembali benang persatuan nasional di tengah dinamika demokrasi yang kian menghangat. Ketua KAMMI, Amri Akbar, menyampaikan pesan ini dalam konferensi pers yang digelar di sebuah kafe di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).
Amri Akbar menekankan bahwa cita-cita luhur kemerdekaan Indonesia, yakni masyarakat yang adil, makmur, dan bebas dari praktik korupsi, hanya akan terwujud jika seluruh komponen bangsa bergerak serentak. Ia menyoroti pentingnya melampaui sekat-sekat kedaerahan atau kelompok yang berpotensi memecah belah. "Kita harus bersama-sama membangun dan memperkuat persatuan nasional," ujarnya.

Menurut KAMMI, persatuan nasional bukanlah sekadar slogan, melainkan prasyarat mutlak bagi keberlanjutan pembangunan. Amri Akbar menjelaskan bahwa perbedaan pendapat dan kritik terhadap kebijakan pemerintah adalah bagian integral dari demokrasi yang sehat. Namun, ia mengingatkan agar kritik tersebut tetap berlandaskan semangat kebangsaan yang utuh, bukan justru menciptakan kubu-kubu yang saling mencurigai dan memecah belah rakyat.
Mahasiswa, lanjut Amri, memikul tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjadi jembatan penghubung aspirasi rakyat dengan para penyelenggara negara. Ia menegaskan bahwa aksi mahasiswa seharusnya tidak memperkeruh suasana dengan narasi konfrontatif, melainkan mencari solusi konstruktif yang elegan.
KAMMI secara khusus mendorong kelompok-kelompok seperti AMPB dan Koalisi Arif untuk menyalurkan tuntutan mereka terkait pemberantasan korupsi, termasuk desakan terhadap Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset dan penegakan hukum yang berkeadilan, melalui jalur-jalur resmi. Forum-forum audiensi legislatif dan mekanisme partisipasi publik yang telah tersedia dianggap sebagai wujud kedewasaan berdemokrasi yang lebih efektif.
Amri Akbar menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa persatuan tidak berarti keseragaman pandangan. Sebaliknya, ia adalah kesediaan setiap anak bangsa untuk berjuang bahu-membahu demi satu tujuan: Indonesia yang bersih, berdaulat, dan bermartabat, tanpa ancaman atau perusakan antar sesama komponen bangsa.
