Dunia maya dihebohkan dengan unggahan mengejutkan dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menampilkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam kondisi tak berdaya usai ditangkap. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, foto yang dibagikan Trump menunjukkan Maduro dalam tahanan di atas kapal angkatan laut AS, lengkap dengan penutup mata dan borgol, mengisyaratkan sebuah operasi penangkapan yang dramatis.
Melalui platform media sosial Truth Social miliknya, Trump secara gamblang menulis, "Nicolas Maduro di atas USS Iwo Jima." Unggahan tersebut disertai foto yang memperlihatkan Maduro beberapa jam pasca-penangkapannya oleh pasukan AS. Dalam gambar tersebut, pemimpin Venezuela itu terlihat mengenakan penutup telinga peredam suara, celana olahraga, dan jaket abu-abu, mengesankan situasi yang serba cepat dan mendadak.

Mengungkap detail lebih lanjut, Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News, seperti dilansir internationalmedia.co.id, menyatakan bahwa Nicolas Maduro dan istrinya kini berada di atas kapal perang USS Iwo Jima dan sedang dalam perjalanan menuju New York. "Ya, Iwo Jima, mereka berada di atas kapal," tegas Trump. Ia menambahkan bahwa Maduro diangkut menggunakan helikopter langsung dari Venezuela menuju kapal perang tersebut.
Trump juga tidak lupa menyinggung alasan di balik operasi ini, dengan mengatakan, "Helikopter membawa mereka keluar, dan mereka pergi dengan helikopter dalam penerbangan yang menyenangkan—saya yakin mereka menyukainya. Tapi mereka, mereka telah membunuh banyak orang, ingat itu." Mengenai potensi korban, Trump menyatakan keyakinannya bahwa tidak ada warga AS yang tewas selama operasi penangkapan Maduro, meskipun beberapa personel terluka saat mencoba menangkapnya di lokasi yang digambarkan Trump sebagai area yang sangat dijaga ketat.
"Saya rasa tidak ada yang tewas, harus saya katakan, karena beberapa orang terkena tembakan. Tetapi mereka kembali dan kondisi mereka cukup baik," ujar Trump. Ia juga menambahkan bahwa sebuah helikopter sempat terkena tembakan selama operasi berlangsung, namun semua pesawat berhasil kembali tanpa kehilangan satu pun. "Kami tidak kehilangan pesawat. Semuanya kembali. Salah satunya terkena tembakan cukup keras, sebuah helikopter, tetapi kami berhasil mendapatkannya kembali," pungkas Trump, menegaskan keberhasilan operasi tersebut dari sudut pandangnya.
