Internationalmedia.co.id – Rusia kembali meningkatkan intensitas serangan ke wilayah Ukraina, dengan ibu kota Kyiv dan kota Kharkiv menjadi sasaran utama. Serangan terbaru ini dilaporkan telah menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, serta kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Serangan udara yang dilancarkan Rusia membuat sirene peringatan berbunyi di seluruh Kyiv. Otoritas militer setempat memperingatkan warga akan ancaman serangan drone dan rudal balistik yang semakin intensif. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melalui saluran Telegramnya, mendesak warga untuk segera mencari perlindungan dan tidak meninggalkan tempat aman. "Kyiv berada di bawah serangan musuh besar-besaran. Jangan tinggalkan tempat perlindungan!" tulisnya.

Menurut laporan terkini, satu orang dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Tiga dari korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Puing-puing drone yang menghantam beberapa bangunan juga menyebabkan kebakaran, serta gangguan pada layanan pemanas dan air di beberapa wilayah ibu kota.
Di wilayah Kharkiv, Wali Kota Igor Terekhov melaporkan bahwa serangan drone Shahed buatan Iran telah merusak sejumlah bangunan tempat tinggal yang berlokasi dekat perbatasan Rusia. Polisi setempat mengkonfirmasi bahwa serangan drone tersebut telah melukai 15 orang di wilayah Kharkiv dan merusak dua fasilitas medis.
Eskalasi serangan ini terjadi setelah pertemuan antara negosiator dari Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat di Abu Dhabi untuk membahas rencana perdamaian. Meskipun pembicaraan tersebut dijadwalkan untuk berlanjut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa wilayah tetap menjadi poin krusial yang diperdebatkan, dengan Moskow bersikeras agar Kyiv menarik diri dari wilayah Donbas. Situasi di Ukraina terus memanas, dan dampaknya terhadap warga sipil semakin memprihatinkan seperti yang dilansir internationalmedia.co.id.
