internationalmedia.co.id – Perjuangan panjang petugas pemadam kebakaran dalam menjinakkan api di kawasan pergudangan Jalan Industri Raya, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, akhirnya membuahkan hasil. Setelah bergelut dengan kobaran api selama empat hari berturut-turut, api yang melalap gudang produksi es krim tersebut kini dinyatakan telah padam sepenuhnya.
Meskipun api sudah tidak terlihat berkobar, petugas masih terus bersiaga di lokasi kejadian untuk melakukan langkah antisipasi. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang muncul kembali.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa saat ini tim di lapangan tengah melakukan penyisiran mendalam di area terdampak. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan seluruh material yang terbakar benar-benar dingin.
"Saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan. Fokus utama kami adalah menyisir sisa-sisa bara api yang masih tertumpuk di berbagai sudut gudang agar tidak memicu kebakaran susulan," ujar Mahdiar pada Jumat (23/10/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, menegaskan bahwa personel pemadam kebakaran masih tetap disiagakan di lokasi. Kehadiran petugas di titik kejadian bertujuan untuk menjamin keamanan area pasca-kebakaran.
"Petugas masih berada di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi bangkitan api yang muncul secara tiba-tiba. Kami ingin memastikan situasi benar-benar aman sebelum seluruh operasi dinyatakan selesai," kata Andia.
Andia menambahkan, pihaknya menargetkan seluruh rangkaian operasi pemadaman dan pembersihan sisa kebakaran ini akan tuntas sepenuhnya pada Sabtu (24/10) pagi. "Insyaallah, besok pagi seluruh operasi ini sudah bisa dinyatakan tuntas," imbuhnya.
Peristiwa kebakaran hebat ini pertama kali dilaporkan terjadi pada Selasa (20/10) sekitar pukul 13.55 WIB. Saat kejadian, asap hitam pekat terlihat membubung tinggi ke langit, menciptakan kepanikan di kawasan industri tersebut. Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, gudang yang terbakar tersebut merupakan fasilitas produksi untuk merek es krim Momoyo.
Kapolsek Jatiuwung, Kompol Kresna Perkasa, mengungkapkan bahwa penyebab awal kebakaran diduga kuat berasal dari gangguan instalasi listrik. Menurut keterangan saksi mata di lokasi, api muncul secara mendadak akibat adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
"Informasi dari saksi di lapangan, awalnya terlihat ada percikan api akibat korsleting listrik. Percikan tersebut kemudian menyambar tumpukan kardus yang berada di area penyimpanan, sehingga api dengan cepat merambat dan membesar ke seluruh bagian gudang," jelas Kompol Kresna.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait total kerugian materiil yang dialami oleh pemilik gudang akibat musibah ini.
