Internationalmedia.co.id – News Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membawa lima orang ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan intensif di Banyumas. Salah satu dari mereka yang turut diamankan adalah Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof Norman Arie Prayoga.
Pemeriksaan tersebut berlangsung di gedung Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Markas Polresta Banyumas. Rombongan penyidik KPK, yang telah memulai kegiatan sejak pukul 12.00 WIB, baru terlihat meninggalkan lokasi pada pukul 22.45 WIB. Mereka terlihat membawa sejumlah tas yang diduga berisi dokumen penting terkait penyelidikan.

Selain Prof Norman, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Unsoed, Eko Sumanto, yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), juga turut dibawa ke ibu kota. Tiga orang lainnya yang bukan bagian dari Unsoed Purwokerto juga ikut serta dalam rombongan tersebut. Mereka adalah Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono alias Nono. Kelima orang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam mobil untuk perjalanan menuju Jakarta.
"Mau dilanjutkan ke Jakarta pertanyaannya," ujar Norman kepada awak media, seperti dilansir internationalmedia.co.id Jateng, Jumat (21/8/2026), saat ditanya mengenai tujuan pemboyongan mereka.
Menariknya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsoed, Prof Dr Ir Noor Farid, yang sempat terlihat keluar masuk gedung selama pemeriksaan, tidak termasuk dalam rombongan yang dibawa KPK malam itu. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai alasan pasti di balik pemboyongan kelima orang tersebut ke Jakarta, memicu spekulasi publik.
