Rusia kembali melancarkan serangan mematikan di wilayah Ukraina, menyebabkan setidaknya empat warga sipil tewas di Kharkiv dan Donetsk. Peristiwa tragis ini dilaporkan pada Senin, menyusul rentetan serangan rudal dan drone canggih yang sebelumnya menghantam ibu kota Kyiv. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa eskalasi ini menandai babak baru dalam konflik yang tak kunjung usai.
Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa empat nyawa melayang dan belasan lainnya terluka akibat gempuran terbaru ini. Serangan udara Rusia yang tak henti-hentinya terus menimbulkan korban di kalangan penduduk sipil, memperparah krisis kemanusiaan di negara tersebut.

Di wilayah Kharkiv, khususnya kota Dergachi, dua pria dilaporkan meninggal dunia. Gubernur Oleg Synegubov menyebutkan korban adalah seorang lansia berusia 68 tahun dan seorang pria muda 25 tahun. Selain itu, hampir dua lusin warga lainnya mengalami luka-luka. Wilayah Kharkiv sendiri memiliki sejarah kelam, di mana sebagian besar perbatasannya sempat diduduki pasukan Rusia pada awal invasi 2022 sebelum berhasil dipukul mundur oleh serangan balasan Ukraina.
Sementara itu, di wilayah Donetsk, Wali Kota Kramatorsk, Oleksandr Goncharenko, mengumumkan bahwa dua orang tewas dalam serangan terpisah di kota yang dipimpinnya. Insiden ini menambah daftar panjang korban jiwa di wilayah timur Ukraina yang menjadi salah satu garis depan konflik.
Invasi Moskow, yang dimulai pada tahun 2022 dengan tujuan awal menundukkan Kyiv secara cepat, kini telah berkembang menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Ratusan ribu nyawa telah melayang dari kedua belah pihak, dan jutaan orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Upaya perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat dilaporkan terhenti, sebagian besar karena perhatian Washington yang kini beralih ke konflik di Timur Tengah, membuat perang ini memasuki tahun kelima tanpa tanda-tanda berakhir.
