Internationalmedia.co.id – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tiba di Israel pada Senin (13/10) waktu setempat, bertepatan dengan momen krusial pembebasan sandera Israel oleh kelompok Hamas di Jalur Gaza. Pembebasan ini merupakan buah dari kesepakatan gencatan senjata yang diinisiasi oleh Trump.
Pesawat Air Force One yang membawa Trump mendarat di Bandara Internasional Ben Gurion, disambut langsung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Isaac Herzog. Kehadiran Trump didampingi oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan Jared Kushner, yang memainkan peran kunci dalam perundingan gencatan senjata Gaza. Ivanka Trump, putri dari mantan presiden, juga turut hadir dalam kunjungan tersebut.

Sebelum mendarat, Air Force One melintas di atas Alun-alun Sandera Tel Aviv, tempat ribuan orang berkumpul menantikan kabar pembebasan para sandera. Kedatangan Trump bertepatan dengan tibanya tujuh sandera pertama yang dibebaskan Hamas di Jalur Gaza, dengan bantuan Komite Palang Merah Internasional (ICRC).
Kunjungan singkat Trump ke Israel ini merupakan bentuk dukungan untuk sekutu dekat Washington tersebut. Ia dijadwalkan berpidato di hadapan parlemen Israel, Knesset, dan bertemu dengan keluarga para sandera.
Presiden Herzog sebelumnya mengumumkan rencana pemberian penghargaan sipil tertinggi kepada Trump atas perannya dalam pembebasan sandera dan membantu mengakhiri konflik di Gaza. Penghargaan ini rencananya akan diberikan pada akhir tahun ini.
Dalam penerbangan menuju Israel, Trump menyatakan kepada wartawan bahwa "Perang telah berakhir." Setelah kunjungan di Israel, Trump dijadwalkan bertolak ke Mesir untuk memimpin KTT perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, bersama Presiden Abdel Fattah al-Sisi.
Militer Israel mengonfirmasi penerimaan tujuh sandera yang dibebaskan Hamas, dari total 20 sandera yang diyakini masih hidup di Jalur Gaza. Proses penyerahan ini difasilitasi oleh ICRC.
"Kami telah menunggu 738 hari untuk mengatakan ini: Selamat datang kembali," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel melalui media sosial X. Ketujuh sandera yang dibebaskan diidentifikasi sebagai Guy Gilboa Dalal, Eitan Mor, Matan Angrest, Alon Ohel, Gali, Ziv Berman dan Omri Miran.
