Internationalmedia.co.id – Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, membuat kejutan dengan mendedikasikan penghargaan Nobel Perdamaian yang baru saja diraihnya tidak hanya untuk rakyat Venezuela, tetapi juga untuk mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keputusan ini sontak menuai perhatian, mengingat Trump memang dikenal sangat mendambakan penghargaan prestisius tersebut.
Machado, seorang aktivis demokrasi yang gigih memperjuangkan berakhirnya pemerintahan otoriter Presiden Nicolas Maduro, dipandang oleh Komite Nobel sebagai sosok pemersatu di Venezuela. Meskipun menghadapi ancaman yang membahayakan nyawanya, ia tetap teguh memperjuangkan demokrasi.

"Saya mendedikasikan hadiah ini untuk rakyat Venezuela yang menderita, dan kepada Presiden Trump atas dukungan tegasnya bagi perjuangan kita!" tulis Machado melalui akun media sosial X pribadinya. Ia menambahkan bahwa Venezuela berada di ambang kemenangan dan sangat mengandalkan dukungan dari Trump, rakyat Amerika Serikat, serta negara-negara demokrasi lainnya di dunia.
Dedikasi ini muncul setelah pengerahan militer besar-besaran AS di dekat perairan Venezuela dan kampanye agresif Washington terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba. Machado sendiri diketahui mendukung tekanan militer yang diterapkan Trump terhadap Maduro, termasuk kehadiran Angkatan Laut AS di dekat Venezuela, yang ia sebut sebagai "langkah yang diperlukan" menuju transisi demokrasi.
Meskipun pencalonannya sebagai kandidat presiden oposisi dalam pemilu Venezuela tahun 2024 lalu diblokir oleh pemerintah Maduro, Machado terus berjuang. Komite Nobel memuji kegigihannya dalam memperjuangkan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela dan usahanya untuk mencapai transisi yang adil dan damai dari kediktatoran menuju demokrasi.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, turut membagikan unggahan Machado yang mendedikasikan Nobel Perdamaian untuk Trump. Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih terkait dedikasi tersebut.
