Internationalmedia.co.id โ Kisah dramatis tentang tiga pria Vietnam yang berhasil bertahan hidup setelah terombang-ambing selama 40 jam di laut akibat Topan Kalmaegi telah menggemparkan publik. Operasi penyelamatan heroik yang melibatkan tiga kapal berhasil menemukan para korban di perairan lepas pantai tengah Vietnam pada akhir pekan lalu.
Topan Kalmaegi, yang menerjang Vietnam pada Kamis (6/11), telah menyebabkan kerusakan parah dan menelan korban jiwa. Namun, di tengah tragedi tersebut, muncul secercah harapan dengan ditemukannya tiga pria yang selamat dari maut.

Phan Hau, pemilik salah satu kapal yang terlibat dalam penyelamatan, mengungkapkan keterkejutannya saat menemukan para korban dalam kondisi hidup. "Kami benar-benar terkejut โ rasanya ajaib," ujarnya. "Tak seorang pun dari kami mengira (dia) masih hidup. Sebagian besar dari 10 orang di atas kapal percaya bahwa kami hanya mencari jasadnya, bukan bahwa dia masih bernapas," tambahnya.
Menurut laporan media pemerintah Vietnam, ketiga korban dilaporkan hilang pada Kamis sore setelah salah satu dari mereka, Duong Quang Cuong, melompat ke air akibat perselisihan keluarga. Dua rekannya, Le Quang dan Pham Duy Quang, berusaha menyelamatkannya dengan menggunakan perahu kecil dan jaket pelampung. Namun, perahu mereka terbalik dan ketiganya terbawa arus hingga terpisah jauh dari pantai.
Quang menjadi orang pertama yang diselamatkan pada Sabtu pagi oleh kapal Hai Nam 39 di selatan Pulau Ly Son. Kapal tersebut kemudian menghubungi otoritas pelabuhan untuk meminta bantuan, yang kemudian mengirimkan An Vinh Express.
Pencarian berlanjut hingga kapal penyelamat kedua menemukan Sanh yang hanyut sendirian di arus. Hau menceritakan bahwa awalnya mereka tidak menyadari bahwa itu adalah Sanh karena mereka mencari jaket pelampung merah. Namun, Sanh mengenakan kemeja hitam, sehingga mereka tidak menyangka itu adalah dirinya.
Cuong, pria yang awalnya melompat ke air, akhirnya diselamatkan oleh kapal ketiga yang berada sedikit lebih dekat dengan Ly Son. Saat ini, ketiga korban sedang dirawat di rumah sakit. Kondisi mereka belum diumumkan secara resmi, namun keberhasilan penyelamatan ini menjadi bukti ketahanan manusia dan keajaiban di tengah bencana. Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya harapan dan keberanian dalam menghadapi cobaan seberat apapun.

